Kampung Tridi Malang Ramai Dikunjungi Wisatawan

Editor: Mahadeva WS

MALANG – Di hari terakhir libur cuti lebaran 2018, Rabu (20/6/2018) sejumlah objek wisata di Malang dipadati wisatawan. Seperti yang terlihat di Kampung Tridi. Salah satu objek wisata yang berada di pusat Kota Malang ini terus didatangi oleh wisatawan baik dari luar Malang maupun dari dalam Malang Raya.

Imam Santoso, Ketua Paguyuban Kampung Tridi mengatakan, di libur lebaran, setiap hari rata-rata kunjungan wisatawan ke Kampung Tridi mencapai 5.000 orang. Jumlah kunjungan wisata mengalami peningkatan lebih dari 100 persen, jika dibanding hari biasa. Rata-rata pengunjung yang datang setiap hari hanya 1.500 orang.

Imam Santoso, ketua paguyuban Kampung Tridi, Kota Malang. -Foto: Sultan Anshori

“Ada juga yang datang kesini secara rombongan baik menggunakan mobil pribadi maupun angkutan umum seperti bus pariwisata. Dan rata-rata mereka merupakan wisatawan dari luar Kota Malang,” ucap Imam Santoso, Rabu (20/6/2018).

Imam menambahkan, wisata kampung yang dibuka dan mulai dikenal sejak 2016 lalu tersebut, memiliki berbagai wahana yang bisa menarik wisatawan. Salah satunya adalah semua rumah serta genteng atap rumah warga di cat beraneka warna sehingga enak untuk dipandang.

Selain itu, sesuai dengan julukan sebagai Kampung Tridi, objek wisata ini memiliki gambar lukisan tiga dimensi atau tridi yang ada di setiap tembok rumah milik warga. Tak hanya itu, kampung yang memiliki nama asli Kampung Temanggung Ledok, Desa Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang ini juga memiliki wahana wisata berupa swafoto di delapan spot.

Berbagai wahana swa foto tersebut menarik perhatian pengunjung untuk berfoto dengan latar belakang titik-titik yang disediakan maupun warna-warni atap rumah. “Total rumah yang ada di kampung tridi ini 300 buah. Semuanya memiliki lukisan timbul (tridi) dengan gambar atau lukisan berbagai macam karakter. Nah untuk objek wahana wisata swafoto baru saja ada penambahan, jadi total ada delapan spot yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk foto selfie,” imbuh bapak tiga anak tersebut.

Setiap pengunjung yang datang ke Kampung Tridi akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp3.000 setiap orangnya. Sementara tarif parkir sepeda motor sebesar Rp2.000 dan akan mendapatkan suvenir berupa gantungan kunci. Pendapatan dari pungutan tiket masuk ke objek wisata tersebut dimanfaatkan kembali untuk kepentingan warga yang tinggal di Kampung Tridi. Seperti uang kifayah, uang kas kampung termasuk menjelang hari raya setiap KK diberikan parcell.

“Sudah tentu dengan adanya objek wisata kampung ini justru sangat membantu perekonomian masyarakat kampung karena banyak manfaatnya. Oleh karena itu, harapan saya kedepan semua objek wisata ini semakin dikenal oleh masyarakat tidak hanya masyarakat dalam negeri terutama juga masyarakat dari mancanegara,” tandasnya.

Objek wisata Kampung Tridi sudah dikenal wisatawan khususnya kalangan muda. Objek ini banyak di share oleh masyarakat melalui media sosial. Seperti yang di ungkapan wisatawan asal Denpasar Erni Nurhamidah, yang tahu objek wisata tersebut melalui media sosial Facebook. Disana ia mendapatkan informasi sepintas sebelum akhirnya datang sendiri di libur lebaran kali ini. “Saya sebenarnya tahu objek wisata ini semenjak kurang lebih satu tahun lalu sih dan memang baru sempat datang kesini tahun ini,” ucapnya kepada Cendana News.

Wanita kelahiran Malang tersebut mengaku senang bisa berlibur dan berfoto di Kampung Tridi. Diharapkan, objek wisata tersebut bisa di adopsi daerah lain sehingga bisa menjadi alternatif wisata baru dan juga bisa membangun aktivitas ekonomi seperti yang dilakukan oleh warga di Kampung Tridi.

Kampung Tridi hanya berjarak 14 meter dari stasiun kota baru Kota Malang atau 500 meter dari Tugu Kota Malang. Objek wisata tersebut berdekatan dengan kampung warna-warni Jodipan. Sesuai dengan namanya, di setiap rumah di Kampung Tridi di cat dengan berbagai motif dan warna. Kedua objek wisata ini terlihat indah jika dilihat dari atas jalan di jembatan Brantas yang berlokasi di jalan Gatot Subroto Kota Malang.

Diantara dua objek wisata tersebut ada wahana wisata jembatan kaca yang merupakan bantuan dari pihak pemerintah Kota Malang sepanjang 20 meter. Jembatan ini merupakan penghubung dengan kampung sebelah kampung warna-warni.

Lihat juga...