China Berhasil Uji KA Cepat Otomatis
BEIJING – Operator Kereta Api China (CRC) berhasil melakukan uji kereta cepat yang digerakan secara otomatis. Uji coba dilakukan di jalur Beijing-Shenyang pada Kamis (7/6/2018).
Media setempat pada Jumat (8/6/2018) menyebut, percobaan perjalanan dari ibu kota China menuju ibu kota Provinsi Liaoning itu, mampu ditempuh dengan kecepatan 350 kilometer per jam. Sistem otomatis itu memungkinkan, kereta cepat tersebut bisa mulai bergerak, melaju, dan berhenti secara mandiri. Namun, masinis tetap dibutuhkan untuk mengatasi keadaan darurat.
Masinis kereta Zhang Kai mengatakan, sistem otomatis menjadikan Dia sebagai pendukung karena tangannya hanya diam. Dia hanya memantau cara kerja kereta tersebut. Media China menyebut, keberhasilan uji kereta cepat generasi Fuxing itu menjadi terobosan dalam teknologi kereta cepat otomatis.
Manajer senior CRC mengemukakan, perusahaannya akan terus melakukan uji coba hingga akhir September mendatang. Keberhasilan percobaan itu akan diproyeksikan untuk ruas jalur yang menghubungkan Beijing dengan Zhangjiakou, Provinsi Hebei, dan Beijing dengan kawasan baru Xiongan.
China mengklaim kereta cepat hasil pengembangan dalam negeri, Fuxing, menjadi kereta tercepat di dunia karena mampu melaju dengan kecepatan 400 kilometer per jam. Teknologi kereta cepat di China menjadi yang terdepan di dunia setelah 13 tahun lamanya berguru kepada Jerman dan Jepang.
Kehebatan kereta cepat China telah diakui oleh beberapa pemimpin dunia. Bahkan Presiden Rusia Vladimir Putin bersama Presiden China Xi Jinping menggunakan kereta cepat dalam perjalanan dari Beijing menuju Tianjin. Kanselir Jerman Angela Merkel ditemani Perdana Menteri Wen Jiabao menjajal kereta cepat di jalur Beijing-Tianjin pada 31 Agustus 2012.
Kemudian PM Li Keqiang mengundang para pemimpin negara-negara di Eropa Tengah dan Eropa Timur (CEEC) menumpang kereta cepat di jalur Suzhou-Shanghai sejauh 100 kilometer pada 25 November 2015. PM Malaysia Najib Razak juga telah merasakan naik kereta cepat dari Beijing menuju Tianjin pada 3 November 2016. Bahkan dia memantau jalur dari kabin masinis.
Demikian pula dengan Presiden RI Joko Widodo, yang telah mencoba menikmati kereta cepat dari Hangzhou menuju Shanghai seusai menghadiri Konferensi G20 pada 2016. China sangat membanggakan proyek kereta cepat, yang dikerjakannya di ruas jalur Jakarta-Bandung. (Ant)