BPS: Nilai Ekspor Indonesia Mei 2018, Naik

Editor: Koko Triarko

Kepala BPS Pusat, Suhariyanto. –Foto: eko Sulestyono
JAKARTA – Kepala BPS Pusat, Suhariyanto, mengatakan, perkembangkan nilai ekspor Indonesia sepanjang Mei 2018 kembali mengalami kenaikan cukup tinggi.
“Nilai ekspor Indonesia Mei 2018 mencapai 16,12 miliar Dolar Amerika (USD) atau mengalami kenaikan sebesar 10,92 persen, jika dibandingkan nilai ekspor bulan sebelumnya, April 2018. Kenaikan tersebut bisa dibilang cukup menggembirakan”, kata Suhariyanto, di Kantor Pusat BPS, Jalan Dr. Soetomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018).
Menurut Suhariyanto, pertumbuhan nilai ekspor yang tetap tinggi tersebut menunjukkan, bahwa perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dengan Tiongkok ternyata tidak sampai berpengaruh atau berdampak secara langsung terhadap Indonesia.
Sementara itu, jika melihat berdasarkan perkembangan dari tahun ke tahun atau Year On Year (YoY), nilai ekspor Indonesia sepanjang Mei 2018, mengalami kenaikan sebesar 12,47 persen, jika dibandingkan dengan bulan yang sama atau Mei 2017.
Namun secara keseluruhan, kata Suhariyanto, negara tujuan utama ekspor Indonesia masih tetap sama dengan bulan-bulan sebelumnya. Masing-masing  Tiongkok menduduki peringkat pertama, kemudian Amerika Serikat di peringkat kedua dan peringkat ketiga adalah Jepang.
Menurut data BPS, ekspor nonmigas Indonesia terbesar ke Tiongkok mencapai 2,09 miliar USD, kemudian ke Amerika Serikat sebesar 1,57 miliar USD dan ke Jepang sebesar 1,40 miliar. Kontribusi ketiga negara tujuan ekspor di atas tersebut mencapai 34,82 persen.
Sedangkan ekspor nonmigas Indonesia ke negara-negara Uni Eropa (28 negara), berdasarkan data BPS Pusat sebesar 1,47 miliar USD. Ekspor nonmigas juga tidak terlalu terpengaruh terkait adanya larangan pemakaian semua jenis produk olahan minyak kelapa sawit yang diberlakukan negara Uni Eropa.
“Kinerja kenaikan nilai ekspor Indonesia Mei 2018 juga dipengaruhi oleh naiknya nilai ekspor migas maupun ekspor nonmigas, yang kebetulan juga sama-sama mengalami peningkatan yang cukup signifikan”, kata Suhariyanto.
Dirinya menjelaskan, bahwa ekspor migas Indonesia Mei 2018 mengalami kenaikan sebesar 28,80 persen. Sedangkan ekspor nonmigas Mei 2018 juga mengalami kenaikan sebesar 9,25 persen.
Lihat juga...