MANOKWARI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua Barat, mengoptimalkan partisipasi warga untuk memperkuat pengawasan Pemilihan Umum 2019.
Anggota Bawaslu Provinsi Papua Barat, Ibnu Mas’ud, mengatakan, pihaknya telah melaksanakan rapat koordinasi pengembangan pengawasan partisipatif pemilu di Wasior, Teluk Wondama.
Pada kesempatan itu, pihaknya mendorong pembentukkan forum warga sebagai wadah partisipasi mereka, untuk menyukseskan pemilihan umum (pemilu) anggota badan legislatif dan Pemilihan Presiden 2019.
Forum itu melibatkan berbagai komponen masyarakat setempat. Hal ini diharapkan bisa memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu.
“Semua tentu ingin pemilu serentak pada 2019 berjalan lancar, jujur, adil, dan sukses. Keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan sekaligus sebagai edukasi dalam pelaksanaan demokrasi,” kata Mas’ud, Rabu (20/6/2018).
Menurut dia, pembentukkan forum warga untuk pengawasan pemilu bisa dilakukan dengan menggandeng organisasi kerohanian, seperti pemuda gereja atau pemuda masjid, komunitas tukang ojek, dan kelompok masyarakat lainnya.
“Peran pemangku kepentingan ini penting, karena kekurangan sumber daya manusia (SDM). Bawaslu di tingkat kabupaten/kota hanya ada tiga orang, tidak mungkin bisa mengawasi semua,” kata Ibnu.
Ia berharap, Bawaslu di seluruh daerah bisa membentuk forum serupa, termasuk membentuk Saka Adyaksa Pemilu dengan menggandeng Gerakan Pramuka di tingkat SMA/SMK. (Ant)