33.000 Pemudik Sumbar Masih Bertahan di Kampung Halaman
Editor: Mahadeva WS
PADANG – Masih ada 33.000 pemudik asal Sumatera Barat yang belum meninggalkan kampung halamannya. Hal tersebut terungkap dalam rapat evaluasi pelaksanaan arus mudik oleh Pemprov Sumatera Barat (Sumbar) bersama sejumlah pihak.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, tercatat pemudik yang masuk melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM), ada 147 ribu orang. Dari jumlah itu, yang telah kembali atau meninggalkan Sumbar baru 114 ribu. “Jadi dari hitungan pada rapat evaluasi, masih ada 33.000 pemudik yang masih berada di Sumatera Barat,” katanya, Senin (25/6/2018).
Ada beberapa alasan pemudik yang hingga kini masih bertahan di kampung halaman, diantaranya libur sekolah yang baru akan berakhir pada 8 Juli 2018. Kemudian, adanya indikasi harga tiket pesawat yang masih berada di angka mahal.
Nasrul memperkirakan, 33.000 pemudik itu akan kembali dan meninggalkan Sumbar sebelum jadwal sekolah dimulai pada 9 Juli 2018 mendatang. Pemudik yang datang ke Sumbar pada lebaran tahun ini tercatat jumlahnya cukup banyak. Begitu juga dengan wisatawan yang berlebaran ke Sumatera Barat juga cukup banyak terlihat dari volume kendaraan yang meningkat saat lebaran.
“Kalau sebelum lebaran arus lalu lintas masih tergolong lancar. Namun menjelang lebaran hingga H+4, kondisi arus lalu lintas mulai padat. Seperti yang terlihat kondisi arus lalu lintasi Padang-Bukittinggi,” jelasnya.
Kondisi tersebut memperlihatkan, lebaran tahun ini pemudik yang pulang membawa kendaraan pribadi cukup banyak. Hal itu membuat peningkatan volume kendaraan pada saat lebaran. Akibatnya, kemacetan panjang terjadi karena ruas jalan yang ada tidak mampu menampung volume kendaraan.
Supaya tidak terjebak kemacetan saat perjalanan ke Padang-Bukittinggi, para pengemudi diarahkan melewati jalan alternatif ke Malalak yang tercatat lancar untuk dilalui. “Sudah sering kita imbau kepada pengemudi untuk memanfaatkan jalan di Malalak. Tapi, tidak semua pengemudi yang menggunakan jalan alternatif itu. Padahal, jalan Malalak aman dilalui dan di sana akan mampu menampung volume kendaraan,” sebutnya.
Sementara untuk jalur Padang ke Kabupaten Pesisir Selatan, terjadi kemacetan di Bungus Teluk Kabung. Untuk mengurai kemacetan, perlu membuka kembali jalan alternatif Bungus yang tembus ke Lubuk Kilangan. Dengan kondisi jalan yang demikian, kendaraan yang dari Solok atau jalur timur tidak harus melalui Teluk Bayur menuju Pesisir Selatan. Akan tetapi bisa langsung dari Indarung.
“Kita akui memang perlu adanya jalur alternatif ini, karena volume kendaraan terus meningkat setiap tahunnya,” pungkasnya.