SOLO — Kepala Seksi (Kasi) Operasional Penyelamatan dan Investigasi Damkar Satpol PP Sukoharjo, Agus Diyanto menyebutkan, memasuki musim kemarau tahun ini, warga diimbau untuk mewaspadai ancaman kebakaran. Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena dalam dua hari berturut-turut dua gudang pabrik di Solo, Jawa Tengah, ludes dilalap si jago merah.
Pada Senin (7/5) petang, api menghanguskan gudang kapas yang berada di Dusun Luwang, Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 17.30 WIB itu berlangsung hingga tengah malam. Bahkan, belasan mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan dari daerah setempat dan daerah sekitar seperti Wonogiri, Sragen dan Klaten juga belum mampu memadamkan api karena banyaknya bahan yang mudah terbakar di dalam gudang.
“Banyaknya barang yang mudah terbakar, yakni kapas dan kain membuat petugas kewalahan memadamkan api. Dari magrib hingga tengah malam belum berhasil memadamkan api,” sebut Kepala Seksi (Kasi) Operasional Penyelamatan dan Investigasi Damkar Satpol PP Sukoharjo, Agus Diyanto, Selasa (8/5/2018).
Selain berjikabu dengan api di gudang kapas, petugas pemadam kebakaran juga fokus untuk penangan antisipasi agar api tidak merembet ke bangunan lain. Sebab, di sekitar lokasi kebakaran terdapat sejumlah pabrik lain yang jaraknya tidak terlalu jauh.
“Petugas berusaha memutus api dengan cara menyemprotkan air agar tidak merembet ke lokasi lain. Butuh waktu panjang hingga akhirnya api benar-benar padam,” ungkapnya.
Di lokasi lain, kebakaran juga terjadi di gudang pengolahan kayu meubel di Dusun Suwareng Rt 01/Rw II Desa Tunggulrejo, Jumantono, Karanganyar. Kebakaran gudang kayu yang terjadi Selasa pagi itu diduga karena konsleting dari bagian oven. Lima unit mobil pemadam kebakaran turut diterjunkan untuk memadamkan tapi yang menghanguskan sebagian besar isi gudang.
“Informasi dari pemilik gudang, ada 30 kubik kayu yang terbakar. Nilainya hampir Rp 180 Juta. Sedangkan kerugian bangunan sekitar Rp 30 juta dan mesin oven Rp 180 juta. Totalnya sekitar Rp390 juta,” papar Kapolsek Jumantono, AKP Sutami, secara terpisah.
Meski dugaan awal dari konsleting dari mesin oven, petugas masih menyelidiki penyebab pastinya kebakaran. “Penyidik masih mendalami kemungkinan penyebab korsleting listrik mesin blower yang membuat lepas kontrol suhu oven,” tutupnya.