Titiek Soeharto Dukung Terobosan Teknologi di Berbagai Bidang
Editor: Satmoko
YOGYAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, SE, atau akrab pula disapa Titiek Soeharto menegaskan mendukung penuh upaya penerapan teknologi terbaru di sejumlah bidang khususnya pertanian, perikanan, peternakan maupun kehutanan serta lingkungan.
Salah satunya seperti yang dilakukan sekelompok anak muda yang tergabung dalam Indmira, sebuah perusahaan berbasis teknologi di Yogyakarta yang fokus melakukan penelitian dan pengembangan di sejumlah bidang tersebut.
Di antaranya adalah pengembangan budidaya kerapu, di lahan perkotaan yang jauh dari laut, dengan penerapan teknologi Resilkurasi Aquaculture System (RAS).

“Ini merupakan terobosan teknologi yang luar biasa. Saya kaget di kawasan lereng gunung Merapi seperti ini, bisa dilakukan pembesaran kerapu. Yang membuat saya lebih senang lagi ternyata yang melakukan adalah anak-anak muda. Ini harus didukung,” ujar Titiek Soeharto, saat berkunjung ke lokasi budidaya kerapu PT Indmira di Desa Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (12/5/2018).
Dengan dukungan dari semua pihak termasuk pemerintah, Titiek Soeharto menilai upaya yang telah dilakukan Indmira akan bisa terus berkembang, dan semakin meluas. Dengan begitu diharapkan teknologi hasil penelitian dan pengembangan yang dihasilkan dapat disebarkan dan diterapkan di seluruh wilayah Indonesia.
“Saya akan sampaikan ke kementerian. Ini harus didukung. Karena mereka juga mengembangkan pupuk untuk daerah marginal seperti lahan pasir dan bekas tambang yang sebelumnya tidak bisa ditanam. Dengan disebarluaskan, diharapkan daerah-daerah di Indonesia yang sebelumnya kurang subur bisa menjadi subur,” ungkapnya.
Berdiri sejak tahun 1987, Indmira sendiri telah melakukan berbagai upaya riset dan pengembangan di bidang pertanian, perikanan, peternakan, maupun kehutanan dan lingkungan.

Dimulai dari pengembangan sayur organik dan hidroponik di awal pendiriannya, kini Indmira telah berhasil melakukan sejumlah terobosan baru seperti membuat pupuk dari limbah alami, memulai pertanian di lahan berpasir dan rehabilitasi lahan bekas tambang, hingga pengembangan budidaya kerapu di lahan perkotaan.
Salah satu pengelola Indmira, Finandita Satria, menyebut sejumlah teknologi yang diterapkan Indmira sebenarnya sudah banyak dikenal di luar negeri. Mereka mengaku hanya berusaha mengaplikasikan teknologi tersebut di Indonesia.
“Kita melakukan riset dengan mengambil teknologi yang sebenarnya sudah ada di luar negeri. Namun karena kebanyakan teknologi dari luar negeri itu sulit diaplikasikan di Indonesia, maka kita berusaha membuatnya sendiri. Dengan menyesuaikan kondisi dan situasi di sini,” ungkapnya.