Rp700 Ribu per Bulan, Beban Kerja Guru Honorer tak Sebanding Gaji

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Nasib Guru Tidak Tetap (GTT) atau juga sering disebut guru honorer hingga saat ini memang belum begitu menggembirakan. Meski memiliki beban tugas yang tak jauh beda dengan yang berstatus PNS, namun dari sisi kesejahteraan masih jauh ketinggalan.

Dari sisi gaji, honor bagi GTT terpaut jauh bila dibandingkan PNS. Di berbagai daerah Indonesia termasuk kota pendidikan Yogyakarta, tak sedikit yang mendapatkan gaji ratusan ribu setiap bulannya. Jumlah itu merupakan total gaji yang berasal pihak sekolah maupun insentif dari pemerintah kabupaten kota.

Salah seorang guru honorer asal SD Negri Grojogan Tamanan Banguntapan Bantul Yogyakarta, Syarifah mengaku hanya mendapat gaji tak sampai Rp700 ribu setiap bulannya. Jumlah tersebut masih di bawah besaran UMR daerah yang mencapai Rp1 juta lebih.

“Awalnya saat pertama masuk, tahun 2005 saya hanya mendapat honor Rp200 ribu setiap bulannya dari pihak sekolah. Setelah beberapa tahun mengabdi saya mendapat kenaikan honor menjadi Rp500 ribu per bulan,” katanya.

Selain honor dari pihak sekolah mengajar, pendapatan guru honorer lainnya hanya berasal dari insentif yang diberikan pemerintah. Besaran tergantung masing-masing kabupaten/kota. Syarifah sendiri mengaku mendapat insentif sebesar Rp200ribu per bulan yang diberikan setiap tiga bulan.

“Selama beberapa tahun mengajar, saya baru sekali mendapatkan insentif,” katanya.

guru honorer
Salah seorang guru honorer asal SD Negri Grojogan Tamanan Banguntapan Bantul Yogyakarta, Syarifah. Foto: Jatmika H Kusmargana

Meski memiliki gaji yang jauh lebih rendah dibandingkan guru PNS, namun beban kerja ternyata sama. Syarifah yang menjadi guru kelas, mendapat beban mengajar 42 jam per minggu sebagaimana guru PNS lainnya. Ia bahkan tak jarang mendapat pekerjaan tambahan yang tidak dilakukan seorang guru PNS.

“Kadang kita masih harus mengerjakan tugas di luar mengajar. Seperti memasukkan data siswa atau sekolah secara online. Guru PNS biasanya tidak bisa karena sudah berusia tua, sehingga kita guru honorer yang muda-muda diminta mengerjakan,” katanya.

Kepala sekolah SD Negeri Grojogan, Kadri mengakui masih rendahnya gaji bagi GTT. Hal tersebut dikarenakan tidak semua sekolah memiliki kemampuan untuk membayar. Setiap besaran gaji sangat tergantung dari keuangan tiap sekolah bersangkutan.

“Memang ada gaji guru honorer yang hanya Rp250 per bulan. Itu biasanya diberikan untuk guru yang masih baru mengajar,” ungkapnya.

Lihat juga...