Embung Mengering, Ratusan Hektare Tanaman Padi Terancam Gagal Panen

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LOMBOK — Sejumlah embung rakyat di Pulau Lombok bagian selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai kekeringan akibat kemarau yang terjadi dalam beberapa bulan belakangan. Ratusan hektare tanaman padi milik tani terancam mati dan mengalami gagal panen.

“Embung dan DAM nya sudah mulai banyak yang kering, sehingga tidak ada tempat penampungan air yang bisa disedot untuk pengairan tanaman padi milik petani,” kata
Ahmad Syarif, petani Dusun Ameng, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (10/5/2018).

Akibat lama tidak mendapatkan pengairan, tanaman mulai menguning dan terancam gagal panen. Lahan sawah juga mulai membelah akibat kekeringan.

Embung
Tanaman padi milik petani kabupaten Lombok Tengah bagian selatan nampak kering dan mulai menguning karena tidak ada air. Foto: Turmuzi

Sahran, petani lain mengatakan, semenjak panen padi musim penghujan lalu usai dilakukan, hampir tidak pernah ada hujan turun. Sementara sumber mata air seperti embung, sungai dan DAM banyak yang mulai mengering.

Kalaupun ada satu dua embung masih berair, debitnya tidak seberapa dan jelas tidak mencukupi untuk kebutuhan irigasi tanaman pertanian. Apalagi tanaman padi yang memang membutuhkan air banyak.

“Kalau dihitung semenjak panen padi musim hujan lalu, hampir tiga bulanan hujan tidak pernah turun, sementara suhu matahari sangat panas,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, Sahran bersama petani lain hanya bisa pasrah. Tanaman padi yang telah ditanam juga kecil kemungkinan akan bisa hidup.

Lihat juga...