Produk Pertanian Indonesia Dipamerkan di Maroko

Ilustrasi - Kopi - Foto: Dokumentasi CDN

JAKARTA – Produk hasil pertanian Indonesia seperti kayu gaharu, biji kopi, batu arang atau charcoal, tepung singkong, ikan tuna, serta kelapa sawit menarik perhatian para pengunjung pameran produk pertanian internasional yang digelar di Kota Meknes, Maroko.

Konselor Politik dan Ekonomi Bagus Hendraning Kobarsyih mengatakan, pameran yang diikuti tersebut lazim dikenal dengan nama Salon International d Agriculture au Maroc  atau SIAM MEKNES. Pamerannya berlangsung antara 24 hingga 29 April 2018.

“Kegiatan SIAM MEKNES di 2018 adalah kegiatan yang ke 13. Kegiatannya dibuka oleh Pangeran Hassan (Moulay Hassan), putra mahkota dari Raja Maroko Muhammed VI,” jelasnya, Senin (30/4/2018).

Produk pertanian Indonesia tersebut dibawa oleh para pengusaha Indonesia yang diundang untuk berpartisipasi. Indonesia setiap tahun selalu berpartisipasi dalam kegiatan pameran tersebut. Di 2018 hadir enam pengusaha dari Indonesia ditambah seorang pengusaha Maroko yang telah menjadi importir tetap produk biji kopi dari Indonesia untuk dipasarkan di Maroko.

Jumlah pengusaha yang hadir dari Indonesia di pameran tersebut mengalami peningkatan dibandingkan kepesertaan di 2017. Tahun lalu hanya tiga pengusaha Indonesia yang hadir di pameran tersebut. Pameran produk pertanian Indonesia tersebut menempati lokasi stand internasional bersama dengan peserta pameran internasional lainnya yang umumnya dikoordinir oleh perwakilan negara tersebut di Maroko.

Selain dihadiri oleh Dubes RI di Rabat, ED Syarief Syamsuri dan para WNI di Maroko, stand Indonesia juga mendapatkan kehormatan dihadiri oleh beberapa Kepala Perwakilan negara sahabat. “Secara umum produk pertanian Indonesia mendapatkan perhatian yang cukup besar dari para pengunjung stan yang umumnya adalah warga kota Meknes yang terdiri dari para pengusaha dan pelajar Maroko, khususnya dari kota Meknes,” kata Bagus.

Beberapa pengusaha Indonesia bahkan ada yang berkesempatan diwawancara oleh media massa setempat baik cetak mapun elektronik. Beberapa produk yang mendapatkan perhatian cukup tinggi adalah kayu gaharu, biji kopi, tepung singkong dan moringa serta produk kelapa sawit.

Sampai dengan penutupan pameran di 29 April 2018, seluruh pengusaha Indonesia yang menjad peserta berhasil membuka kontak dengan para pengusaha lokal yang dinilai cukup prospektif untuk dikembangkan. (Ant)

Lihat juga...