Zidane Janjikan Timnya Bermain Menyerang
MADRID – Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane mengatakan timnya akan bemain menyerang dengan cepat pada leg kedua semifinal Liga Champions menghadapi Bayern Munich. Hal itu menjadi pilihan untuk tetap mempertahankan posisi keunggulan yang dimiliki dan merebut Liga Champions Eropa untuk ketiga kalinya.
Real menggenggam keunggulan 2-1 setelah kemenangan di leg pertama yang berlangsung di Jerman pekan lalu. Kendati de mikian, pria Prancis itu menegaskan bahwa pekerjaan tim-nya masih jauh dari selesai. “Kunci kami adalah berpikir mengenai memenangi pertandingan dan pergi ke lapangan untuk melakukannya. Kami perlu keluar untuk mencetak gol dengan cepat dan itulah yang akan kami usahakan lakukan,” kata Zidane pada konferensi pers.
Zidane menyebut, laga semifinal tetap sebagai pertandingan penting. Dengan kondisi tersebut Real Madrid dipastikannya, tidak akan melakukan perubahan dengan apa yang sudah dilakukan. “Fokus dan determinasi kami akan berada di situ, kami tidak perlu berubah banyak, apa yang kami lakukan pada leg pertama adalah hal yang bagus, namun kami sekarang perlu memperlihatkannya pada pertandingan kedua bahwa apa yang kami inginkan adalah melaju (ke final),” tandasnya.
Dengan situasi bek kanan reguler Dani Carvajal absen karena cedera otot paha belakang, Zidane menghadapi sedikit masalah dalam memutuskan komposisi tim karena penggantinya Nacho harus absen selama sebulan terakhir juga akibat cedera paha.
Media Spanyol mengindikasikan, pemain sayap Lucas Vazquez dapat diminta untuk mengisi posisi tersebut. Kendati demikian, masih belum ada keputusan mengenai hal tersebut. Gelandang Isco juga diragukan tampil karena masalah di bahunya. “Nacho telah absen (beberapa saat), namun belakangan ini dapat berlatih, dan hari ini ia bersama kami dan ia siap untuk dimainkan,” kata Zidane.
Kapten Sergio Ramos menyetujui pendapat sang pelatih. “Kami mendapatkan hasil bagus di sini, namun kami perlu berpikir bahwa (skornya) masih 0-0. Kami ingin mempertahankan gelar kami, dan mengalahkan orang-orang Jerman itu juga. Kami membuat sesuatu yang mustahil terlihat mudah,” tandasnya.
Ramos menyebut, pada empat tahun terakhir Real Madrid memenangi tiga gelar Liga Champion. Dalam rentang waktu yang singkat hal tersebut merupakan tantangan bagi skuad Real Madrid untuk dapat memecahkan rekor demi rekor.
Ramos mengatakan, timnya tidak akan memberikan guard of honour kepada Barcelona pada pertemuan mereka di liga pada akhir pekan mendatang meski tim Katalan itu telah mengamankan gelar Liga Spanyol pada Minggu (29/4/2018), sesuai dengan instruksi sang pelatih.
“Apa yang Zidane katakan adalah sabda. Kita terlalu berisik membicarakan hal ini. Barca memiliki gelar, itulah yang mereka inginkan, namun tidak akan ada guard of honour. Mereka ingin menikmati gelar mereka dan serupa untuk kami dan kita, kami perlu menyingkirkan tim Jerman itu dan mencapai final lainnya,” pungkasnya. (Ant)