Perpusdes Ikut Angkat Kualitas Hidup Warga Desa Kerinjing
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Perpustakaan desa Wahana Ilmu Desa Kerinjing Kecamatan Rajabasa memiliki andil penting dalam memberdayakan masyarakat di berbagai sektor. Selain sebagai pusat kegiatan belajar, warga setempat juga mendapat dorongan untuk berinovasi dalam pengembangan pengolahan produk pertanian.
Penanggung jawab Perpusdes, Peri Gunawan (28) menyebutkan, sebagai kawasan penghasil kopi, pisang dan hasil perkebunan lain perlu adanya inovasi untuk meningkatkan nilai jual.
“Potensi yang ada di desa kami, pisang dan kopi diolah menjadi produk kemasan bernilai jual tinggi,” terang Peri saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (21/5/2018).
Disebutkan, untuk pisang jenis kepok manado, raja nangka, kepok biasa, anggota mengolahnya menjadi keripik pisang khas desa Kerinjing. Selanjutnya proses pengemasan menarik dikerjakan melalui sarana mesin cetak dan komputer milik Perpusdes Wahana Ilmu.
Sementara untuk kopi diolah menjadi bubuk dan dijual dengan kemasan menarik dengan melibatkan petani dan pemuda desa setempat agar keberadaan Perpusdes memberi dampak positif terhadap masyarakat pedesaan yang dominan berprofesi sebagai petani dan pekebun.
Tidak hanya pisang dan kopi, Jayusman (48) salah satu petani mentimun di desa Kerinjing juga merasakan manfaat dari adanya buku-buku pertanian di perpustakaan tersebut.
“Selama ini saya banyak belajar dari buku pertanian untuk pengolahan lahan, budidaya mentimun yang benar saya pinjam dari Perpusdes Wahana Ilmu,” terang Jayusman.
Pada tahap pertama dengan penanaman mentimun benih tipe 24 untuk lahan seluas satu hektare menghasilkan benih 19,6 kilogram. Benih yang dibeli melalui program kemitraan tersebut bahkan memberinya omzet sekitar Rp8 juta.
Sementara untuk budidaya mentimun tahap kedua dengan benih tipe 27 akibat kondisi cuaca tidak mendukung dirinya diestimasikan memperoleh hasil Rp5,4 juta dengan hasil panen sekitar 9 kilogram dengan rata rata harga Rp600.000 perkilogram.
Sugeng Hariyono, fasilitator Perpuseru Lampung Selatan menyebut keberadaan perpustakaan sangat membantu, khususnya di desa Kerinjing yang menjadi sentra pertanian.
“Pengembangan desa berbasis pertanian dan perkebunan akan terbantu dengan peran aktif pengurus perpustakaan desa dan petani untuk pemberdayaan masyarakat,” papar Sugeng Hariyono.
Mengadopsi sejumlah wilayah pedesaan di Lampung yang sukses memaksimalkan hasil pertanian, Sugeng Hariyono terus mendorong petani bersinergi dengan perpustakaan desa. Fasilitas gratis buku dan komputer disebutnya sangat membantu masyarakat dengan beragam profesi meningkatkan potensi yang ada.

Dukungan dalam pengembangan perpusdes dari pemerintah daerah diakuinya juga mulai terlihat. Melalui Peraturan Bupati (Perbub) Lampung Selatan Nomor 67 Tahun 2017 Tertanggal 29 Desember 2017 para pengurus perpustakaan desa mulai diperhatikan. Perhatian disebutnya tertuang dalam poin 6 tentang honorarium atau insentif lainnya huruf g untuk petugas atau operator perpustakaan mendapat honor sebesar maksimal Rp150.000 per bulan.
Keberadaan perpustakaan selain memberi imbas bagi para petani pekebun dalam melakukan budidaya juga bermanfaat untuk pemuda yang melakukan pengolahan lanjutan produk pertanian. Saat para petani menghasilkan bahan baku ibu rumah tangga dalam kelompok wanita tani melakukan pengolahan produk dibantu anggota Perpusdes yang melakukan pengemasan dan desain produk. Selain itu pemasaran memanfaatkan jaringan internet terbantu melalui keberadaan Perpusdes Wahana Ilmu Desa Kerinjing.