Perajin Keripik Singkong di Aceh Kesulitan Bahan Baku

Perajin keripik, ilustrasi -Dok: CDN

LANGSA – Sejumlah perajin usaha keripik di Kota Langsa, Provinsi Aceh, mengeluh, karena sering mengalami kendala kelangkaan bahan baku singkong (ubi kayu).

Salah satu pengusaha keripik di Desa Karang Anyer, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Sulistiyo Rais (61), mengatakan, kelangkaan ubi kayu sebagai bahan baku pembuatan keripik telah berlangsung lama.

“Sudah lama terjadi kelangkaan bahan baku singkong di sini. Selama ini pasokannya dikirim dari Sumatera Utara,” ujarnya, Kamis (10/5/2018).

Menurut dia, pasokan singkong dari Sumatera Utara sebagai antisipasi dari tidak tersedianya di pedagang pasar Langsa maupun petani lokal.

Diakuinya, sejumlah areal pertanian yang biasanya ditanami ketela pohon (singkong) di desanya telah berubah fungsi menjadi bangunan komplek perumahan, sehingga petani kesulitan mendapatkan lokasi bercocok tanam.

Sulistiyo Rais mengaku, usaha keripik yang selama ini menjadi tumpuan mata pencaharian keluarganya itu dirintis sejak 1992.

“Kalau tahun 1992 hingga 2010 masih bisa ditemui lokasi pertanian yang menanam singkong. Tapi, kini mulai sulit,” akunya.

Sementara, anggota DPR Aceh, Asrizal H Asnawi, menuturkan, perlu adanya dorongan kepada pemerintah untuk memetakan zona pertanian di daerah itu.

Tujuannya, lagar tersedianya kebutuhan pokok masyarakat dari hasil pertanian itu sendiri seperti jagung atau singkong yang bisa dikembangkan sebagai ekonomi kreatif berbasis usaha rumahan (home industri).

“Kita terus mendorong agar pertumbuhan ekonomi kreatif terus bergeliat sebagai pondasi ekonomi rakyat,” kata Asrizal saat mengunjungi usaha keripik tersebut.

Ia menyatakan, usaha keripik singkong di Kota Langsa sudah menjadi salah satu panganan yang acap dijadikan oleh-oleh, selain kecap dan terasi.

Ia mengaku sangat menaruh perhatian besar terhadap pengembangan usaha kreatif sebagai penopang ekonomi kerakyatan yang digalakkan pemerintah pusat. (Ant)

Lihat juga...