Masyarakat Panengahan Nikmati Manfaat Konservasi dan Produksi Melalui Tanam Pohon

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Upaya merehabilitasi yang terus digalakkan di wilayah kecamatan Penengahan dalam beberapa tahun terakhir sudah memberikan dampak positif. Tidak hanya dalam menjaga ketersediaan air, pohon yang ditanam juga memberikan nilai ekonomi.

Rusli (39), warga dusun Sideder desa Banjarmasin menyebutkan, berbagai jenis pohon kayu di kebunnya telah ditebang tiga tahun sebelumnya. Di antaranya Medang, Bayur, Nangka, Jengkol dan Petai. Selain sudah berusia tua dan tidak produktif, sebagian sengaja ditebang untuk bahan bangunan.

Proses penebangan dilakukan dengan perencanaan yang matang setelah adanya kepastian ada bantuan. Bantuan program Kementerian Kehutanan (sekarang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) melalui program Kebun Bibit Rakyat (KBR) dengan alokasi sebanyak 50.000 bibit.

Pada pemanenan sengon tahap pertama, Rusli menjual sebanyak 20 kubik yang diolah menjadi kaso dengan harga per kubik Rp1,5 juta. Sehingga ia bisa mendapat hasil sebesar Rp30juta.

“Uang Rp20 juta dipergunakannya untuk menyewa lahan kosong untuk ditanami sengon dengan usia panen lima tahun dan diprediksi akan panen pada tahun 2020,” sebutnya kepada Cendana News, Rabu (9/5/2018).

Selain melakukan penanaman dengan adanya program KBR, Rusli juga kini terbantu keberadaan Pusat Persemaian Permanen Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih Way Sekampung (BPDAS WSS) milik KLHK di kecamatan Ketapang.

Alokasi bibit kayu kayuan dan pohon konservasi sekaligus produksi disebutnya diperoleh secara gratis melalui pengajuan berdasarkan rekomendasi dari pihak desa. Hasilnya sebagian tanaman di kebunnya mulai terlihat besar dan tinggi sebagai peneduh.

Selain menanam jenis pohon kayu dari Persemaian Permanen BPDAS WSS, Rusli yang juga anggota salah satu kelompok tani (Poktan) tersebut juga memperoleh bibit bersertifikat.

Bibit diperolehnya dari Dinas Perkebunan Provinsi Lampung yang disalurkan ke sejumlah anggota Poktan diantaranya jengkol, petai, manggis, alpukat bersertifikat. Jenis jengkol varietas Muring dan buah lain disebutnya merupakan hasil pengembangan Koperasi Sejahtera Mandiri Sukahaji Majalengka Jawa Barat.

“Selain cepat, produksi buah juga bisa mencapai lima kuintal perpohon dan dengan sebanyak dua puluh pohon harapannya bisa menghasilkan,”beber Rusli.

Tanaman kayu penghasil buah dan sebagai konservasi lingkungan, penanaman kembali memiliki manfaat untuk menjaga air. Berkat penanaman, pasokan air yang ada di wilayah tersebut diakuinya bisa terjaga.

Abdul Mubarok, pemuda desa Rawi kecamatan Penengahan menyemai bibit pinang untuk konservasi dan tanaman menghasilkan [Foto: Henk Widi]
Sebuah belik menghasilkan mata air bahkan disebutnya memiliki fungsi sebagai kebutuhan air bersih dan menjadi sumber untuk menyirami sayuran dan tanaman pertanian.

Selain Rusli, warga desa Rawi bernama Abdul Mubarok (19) juga melakukan budidaya berbagai jenis bibit kayu di antaranya gaharu, lada, pala, kenanga, pinang serta berbagai jenis yang hampir punah.

Jenis yang sudah langka di antaranya damar mata kucing, gayam, raman, loba lobi, cermain. Sebagian selain dijual juga dibagikan kepada warga yang ingin menanam.

“Saya terus menyediakan bibit karena permintaan terus meningkat sekaligus untuk konservasi kawasan desa di kaki Gunung Rajabasa,” papar Abdul Mubarok.

Abdul Mubarok bahkan memberikan bibit gratis untuk konservasi kawasan resapan air di way tebing ceppa desa Tamanbaru kecamatan Penengahan. Penanaman pohon kayu baru disebutnya untuk meregenerasi berbagai jenis yang sudah tua dan mati. Rehabilitasi tanaman diakuinya untuk mempertahankan keberlangsungan air di mata air untuk air bersih dan pengairan lahan pertanian.

Sebagian bibit di antaranya Pinang dan damar mata kucing disebutnya dicari dengan cara berburu di kaki Gunung Rajabasa selanjutnya disemai dengan polybag. Hasilnya puluhan jenis bibit berhasil dikembangkannya dan mulai diminati masyarakat yang peduli akan konservasi lingkungan dengan pohon produksi menghasilkan buah.

Lihat juga...