Kementan Kembangkan 160 Kawasan Sentra Cabai dan Bawang Merah

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Kementerian Pertanian mengaku tengah mengembangkan sebanyak 160 kawasan sentra penghasil cabai dan bawang merah di 32 kabupaten kota se-Indonesia. Hal itu dilakukan untuk mengatasi persoalan fluktuasi harga yang kerap terjadi.

Kasubdit Aneka Cabai dan Sayuran Buah Ditjen Hortikultura Kementan, Agung Sunusi mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran Rp1,2 trilyun untuk pengembangan kawasan pertanian pada 2018 ini. Dari jumlah itu, 75 persen digunakan untuk pengembangan kawasan komoditas cabai dan bawang merah.

Meski anggaran yang disiapkan cukup besar, namun belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pengembangan kawasan cabai dan bawang merah di Indonesia. Pasalnya total jumlah kebutuhan lahan mencapai 350 ribu hektare.

“Kebutuhan kawasan mencapai 350.000 hektar. Namun alokasi anggaran hanya untuk 13.500 hektare atau 4-5 persen saja,” ujarnya saat acara Temu Tani dan Penyerahan Bantuan Traktor lewat jalur aspirasi Titiek Soeharto di desa Bugel, Panjatan, Kulonprogo, Jumat (11/05/2018).

Titiek Soeharto
Titiek Soeharto saat menyerahkan bantuan traktor roda 4 kepada para petani di desa Bugel Panjatan Kulonprogo. Foto: Jatmika H Kusmargana

Menyikapi hal itu pihak Kementan sendiri mengaku berupaya memaksimalkan lahan yang ada dengan manajemen pola tanam. Selain itu pihaknya juga melakukan pengawalan intensif di lapangan dengan membentuk gerakan Champions Indonesia.

“Kita fokus mengawal cabai dan bawang merah karena keduanya merupakan komoditas unggulan yang rawan menimbulkan inflasi. Karena itu kita berupaya melakukan pengembangan kawasan agar ketersediaan bawang merah dan cabai dapat tersedia sepanjang waktu, dan harga menjadi stabil,” ungkapnya.

Titiek Soeharto
Titiek Soeharto didampingi wakil bupati Kulonprogo saat mencoba menaiki traktor bantuan. Foto: Jatmika H Kusmargana

Anggota Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto sendiri mendukung upaya pemerintah yang berupa meningkatkan produktivitas cabai dan bawang merah dengan melakukan pengembangan kawasan sentra. Ia menilai fluktuasi harga yang selalu terjadi setiap tahun harus dapat diatasi.

Titiek berkunjung ke Kulonprogo untuk melakukan panen cabai dan melon bersama petani. Selain itu juga memberikan bantuan sebanyak delapan traktor roda empat kepada delapan kelompok tani di wilayah kecamatan Sentolo dan Panjatan Kulonprogo.

Lihat juga...