Jaga Stabilitas, Lowokwaru-Kepolisian Intens Lakukan Komunikasi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MALANG — Pasca terjadinya kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa dua, Depok yang menewaskan lima orang polisi dan satu orang narapidana teroris (napiter), Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Klas 1 Lowokwaru Malang, mendapatkan intruksi untuk selalu berkomunikasi dengan aparat kepolisian.

“Selama ini kami memang selalu berkomunikasi. Bahkan hampir setiap hari, ada yang namanya titik sambang, jadi dari polres selalu mendatangkan anggotanya untuk mengecek kondisi Lapas baik di waktu sore maupun malam,” jelas Kepala Lapas (Kalapas) Farid Junaedi, Jumat (11/5/2018).

Farid menjelaskan, saat ini di Lapas yang ia pimpin terdapat dua napiter yakni satu kasus yang di Batam dan satu lagi di Depok dengan masa tahanan tiga dan tujuh tahun.

Menurutnya, tidak ada perlakuan khusus, keduanya diperlakukan sama seperti napi lainnya. Hanya saja tetap ada standar-standar khusus.

“Jika ada napiter, kita ada yang namanya profiling. Kemudian siapa saja yang mendekati akan kita data dan selalu dilaporkan,” jelasnya.

Farid Junaedi
Kalapas Farid Junaedi dan Polresta Malang Asfuri. Foto: Agus Nurchaliq

Untuk napiter, ada petugas khusus yang ditugaskan untuk memonitor setiap perkembangan yang terjadi. Selain itu, juga psikolog untuk selalu diajak komunikasi.

Lebih lanjut Farid menerangkan, saat ini Lapas Klas 1 Lowokwaru dihuni oleh sekitar 2.560 orang narapidana dari berbagai kasus, mulai dari kasus korupsi, narkoba, tindak pidana umum hingga kasus teroris.

“Saat ini jumlah penjaga juga sudah bertambah yang dibagi menjadi empat regu, dimana setiap regu berisi 23 orang penjaga. Sedangkan untuk jumlah petugas yakni 224 orang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Polisi Resort ( Kapolres) Malang Kota, AKBP Asfuri, juga mengaku pihaknya selama ini terus melakukan koordinasi sekaligus komunikasi dengan Kalapas untuk pengamanan.

“Untuk menjaga keamanan lapas, kami selalu berkoordinasi dengan Kalapas. Petugas kami setiap waktu juga mengadakan patroli dalam artian koordinasi dan piket jaga,” akunya.

Lihat juga...