Kekeringan, BPBD NTB Prioritaskan Suplai Air Bersih

Editor: Koko Triarko

Kepala BPBD NTB, Muhammad Rum/Foto: Turmuzi
MATARAM – Kepala Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhammad Rum, mengatakan dalam proses penanganan masalah kekeringan, pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga akan lebih diprioritaskan dari masalah tanaman.
“Kalau kita di BPBD dalam proses penanganan masalah kekeringan, manusianya tentu lebih diprioritaskan pemenuhan air bersih daripada tumbuhan, karena menyangkut nyawa”, kata Rum, di Mataram, Rabu (30/5/2018).
Sedangkan untuk urusan penanganan kekeringan tanah pertanian, memang bukan menjadi ranah BPBD, melainkan ranah Dinas Pertanian, BPBD fokus pada manusianya.
Dikatakan, kalau bicara kekeringan, dari sekian kabupaten kota di NTB, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur paling kering. Curah hujannya lebih sedikit dibandingkan daerah lain di NTB.
“Meski demikian, sejauh ini BPBD NTB belum menerima laporan secara resmi terkait masalah kekeringan dari masing-masing kabupaten, apalagi status siaga belum ada yang mengeluarkan, sebab yang mengetahui kondisi di sana, adalah Pemda kabupaten setempat”, terangnya.
Sebelumnya, guna melakukan antisipasi kekeringan dan krisis air bersih memasuki musim kemarau 2018, Dinas Sosial Provinsi NTB telah mempersiapkan fasilitas berupa mobil tangki untuk melakukan dropping air bersih ke sejumlah daerah rawan krisis air bersih di NTB.
Bahkan terkadang dalam kondisi tertentu, Dinsos NTB, tanpa diminta juga sering turun melakukan dropping air bersih, kalau memang kondisi masyarakat terdampak kekeringan memang sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan cepat.
Lihat juga...