Jawara Baru Lahir di ‘Lima Badminton Nationals’ 2018
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
SOLO — Perhelatan Liga Mahasiswa (Lima) Badminton Nasional 2018 yang digelar di GOR Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Solo, Jawa Tengah 1-8 Mei 2018 melahirkan juara-juara baru.
General Manger Lima, Rida Ahmad menjelaskan, ada kejutan yang ditampilkan oleh tim-tim debutan musim ini. Tim putra Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) harus turun satu peringkat ke posisi tiga dari musim lalu yang menjadi runner up.
Demikian juga Universitas Semarang (USM), yang baru pertama kali berlaga di panggung nasional, langsung menempati posisi runner up.
“Universitas Trisakti yang pada musim lalu bahkan tak lolos fase grup, kali ini menjadi kampiun,” jelasnya seperti dalam lansiran yang diterima Cendana News, Jumat (11/5/2018).
Di beregu putri, lanjut Rida, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil menorehkan prestasi gemilang. Tak menjadi juara regional maupun juara klasemen, tapi justru finis menjadi juara.
“Ini menjadi gelar juara untuk kali kedua bagi putri UPI, setelah pernah menjuarai fase nasional di musim pertama,” urainya.
Kondisi kurang memuaskan justru terjadi di tim putri Usakti, yang tak mampu mempertahankan gelarnya. Usakti harus berpuas berada di bawah UPI. Sementara juara fase regional Jawa Timur dari Malang, Universitas Negeri Malang (UM), menempati peringkat ketiga.
Sementara di kategori perseorangan terlihat lebih seru. Jika di musim lalu Usakti merajai nomor tunggal putra, di tahun ini justru tak satupun wakil dari Kampus Reformasi tersebut menduduki tiga peringkat teratas.
Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung juga tak mendapat satupun gelar. Padahal, dua ganda campuran Unikom berjaya di musim lalu.
Juara tunggal putra justru direbut oleh wakil debutan dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), yakni Revindra Rayhaldi.

Sementara untuk Universitas Bina Nusantara (Binus) masih berjaya di nomor tunggal putri. Bukan melalui Ni Made Pranita (juara tunggal putri musim lalu), namun dari Made Deya Surya Saraswati, usai menang di final.
“Usakti justru mendominasi ganda campuran. Ardy Nugroho/Anisa Nur Azizah menjadi juara, dan Wahyu Hariyansyah/Ramadhani Hastiyanti Putri berada di peringkat kedua,” imbuhnya.
Selain memberikan penghargaan di kategori beregu dan perseorangan, lima juga mengapresiasi para student athlete yang memiliki prestasi cemerlang. Gelar all academic player disematkan untuk student athlete peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi. Selain itu, gelar best single, best double, dan best triple juga menjadi penghargaan menarik untuk peserta.
“Untuk All Academic Player kami berikan kepada Erdiansyah Mahendra dari Universitas Aisyah Yogyakarta, Jurusan Teknik Arsitektur yang memiliki IPK 4,00, serta Fransiska Helwa Dimmayanti dari UM, Jurusan PGSD dengan IPK 3,90,” pungkasnya.