Hidayat Nur Wahid: Kita Ingin Hadirkan Perdamaian untuk Palestina
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
JAKARTA — Massa aksi solidaritas ‘Indonesia Bebaskan Al Quds’ memadati area Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Panas terik matahari tak membuat mereka bergeser dari tempat duduknya untuk menyampaikan aspirasi perjuangan membebaskan Baitul Maqdis dari sifat arogan Amerika Serikat (AS) yang akan memindahkan Kedubesnya ke Yerussalem.
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid dalam orasinya mengatakan, berjuang membebaskan Al Quds adalah kewajiban umat Islam di seluruh dunia.
“Kita tidak boleh membiarkan AS dan Israel menguasai Palestina,” kata Hidayat.
Dia menjelaskan, sejarah abad 14 lalu, ketika para wali menyiarkan Islam, mereka telah mencanangkan kekuatan persahabatan antara Al Quds, Palestina dengan Indonesia. Sangat wajar umat ikut berjuang membebaskan Baitul Maqdis.
“Kita harus menghadirkan perdamaian dan kemerdekaan untuk Palestina. Itu bisa kita lakukan dengan pemimpin-pemimpin yang berjiwa pejuang bebaskan Al Quds,” tuturnya.
Menurutnya, umat Islam di Indonesia memang jauh dari Masjid Al Aqsa tetapi untuk memperjuangkan ini tidak terkait dengan jarak.
“Umat Islam Indonesia menyakini, yang namanya Al Aqsa adalah bagian daripada akidah, sejarah kita sebagai bangsa dan negara,” tegas Hidayat.
Oleh karenanya, tambah dia, sangat penting kebersamaan dalam mempertegas perjuangan membebaskan Baitul Maqdis dari penindasan dan penjajahan Israel, AS serta negara sekutunya.
Bahkan kata Hidayat, Bung Karno (presiden RI pertama) menyampaikan, selama masih menjajah Palestina, maka selama itu pula Israel adalah negara penjajah. Selama itu pula, Indonesia tidak membuka diri.
“Ini harus jadi pegengan umat Islam Indonesia. Jangan berpikir untuk membuka hubungan dengan Israel dengan alasan karena sebagian negara sudah membuka diri,” tukasnya.