Herkis Mundur dari PSS
Editor: Koko Triarko
SLEMAN – Kebersamaan PSS Sleman dengan pelatihnya, Herry Kiswanto, pada musim ini berakhir. Pelatih kawakan itu resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai pelatih kepala. Asisten pelatih, Seto Nurdiyantoro, didapuk sebagai pengganti sementara.
Herkis meletakkan jabatannya setelah gagal membawa Super Elang Jawa mengamankan tiga angka dari lawatan ke Gresik kontra Persegres Gresik United, tiga hari lalu. Sehingga pada lawatan ke PSBS Biak, Jumat (11/5/2018), Herkis sudah tidak lagi mendampingi Ahmad Hisyam Tolle, dkk.
Beberapa alasan disebut melatarbelakangi pengunduran diri Herkis. Selain prestasi tim yang belum sesuai ekspektasi, tuntutan kuat dari suporter PSS Sleman, disinyalir sebagai penyebab utama mundurnya Herkis.

PSS sendiri tampak kesulitan mengawali kompetisi Liga 2 musim 2018. PSS sempat menang 3-1 atas PS Mojokerto Putra pada awal laga kandang. Tapi, tim kebanggaan Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania itu takluk 1-2 di laga kandang berikutnya.
Adalah Madura FC yang berhasil mencoreng muka PSS di depan pendukung sendiri. Kemudian, PSS yang membidik kemenangan di Gresik, juga hanya sanggup pulang dengan membawa satu poin setelah bermain imbang 1-1.
“Target kami di Gresik adalah menang, untuk poin yang hilang di kandang. Sayangnya, dari tiga laga kami tidak melihat adanya progres permainan. Hasil evaluasi kami bertemu dengan tim pelatih, Kang Herkis menyatakan mundur,” ucap Manajer PSS Sleman, Sismantoro, Senin (7/5/2018).
Belum ada konfirmasi dari pelatih yang merupakan mantan pemain Timnas Indonesia era 1980-an itu. Herkis yang biasanya akrab dengan awak media, memilih diam dan tidak membalas pesan yang dikirim.
Sismantoro menegaskan, mundurnya Herkis tidak mempengaruhi tim di kompetisi. Timnya tetap akan menjalani kompetisi secara profesional. Untuk posisi pelatih kepala akan diserahkan kepada asisten pelatih, Seto Nurdiayantoro. Terlebih dari sisi lisensi kepelatihan, lisensi yang dipegang Seto telah memenuhi syarat.
Kades Candibinangun, Pakem, Sleman ini belum berani memastikan apakah posisi sebagai status pelatih kepala akan seterusnya dipegang Seto atau tidak. Ia berkilah keputusan terkait hal itu akan dibahas lebih lanjut.
“Nanti dibahas di rapat manajemen. Yang pasti lisensinya sudah sesuai dengan regulasi operator liga, karena saat ini mantan pemain PSS, PSIM, dan Persiba Bantul ini memegang lisensi A AFC dan tengah menjalani kursus Pro AFC.