Cerita Pilu Fauzi Baadilla di Pengungsian Suriah
Editor: Koko Triarko
PADANG – Aktor Indonesia, Fauzi Baadilla, baru saja pulang dari Turki yang merupakan tempat pengungsian warga Suriah bersama Lembaga Kemanusiaan ACT (Aksi Cepat Tanggap), kemarin. Hari ini, ia menyempatkan datang ke Kota Padang, Sumatera Barat, untuk berbagi cerita seminggu berada di pengusian Suriah.
Baginya, kedatangannya ke lokasi pengusian itu merupakan pengalaman pertama sepanjang hidupnya. Dengan membulatkan tekat tanpa ada rasa takut, Oji berhasil sampai dan menemui tempat pengusian Suriah di Turki. Kesempatan itu didapatkannya, karena menjadi duta ACT demi misi kemanusiaan tersebut.
Oji berada di sana sepakan lamannya. Menceritakan hal yang telah dilakukannya di pengusian Suriah itu, membuatnya sulit menahan air mata, karena melihat kondisi pengusian Suriah yang hari-harinya melalui masa dan mendengar ledakan demi ledakan bom.
“Saya benar-benar merasa bagaimana menjadi seseorang yang hilang harapan untuk hidup, keluarga tidak ada lagi, kampung halaman entah bagaimana keadaannya, badan yang ada terlihat sehat dari fisik, tapi hati dan pikiran terasa tidak bernyawa lagi,” katanya, sambil menahan kesedihan yang dirasakannya sepulang dari pengungsian Suriah, Rabu (9/5/2018).
Menurutnya, selama ini hidup yang dijalaninya cukup merasa mewah, ada uang dari hasil kerjanya menjadi aktor, tidur enak, makan enak, liburan ke tempat yang paling indah. Seakan-akan hidup ini benar-benar terasa sempurna dan tidak hal yang perlu disedihkan.
Namun, setelah mengetahui kondisi umat muslim di pengusian Suriah, hatinya terketuk untuk pergi menemui saudara se-iman yang berada di Turki tempat pengusian Suriah.
“Saya mengatakan keinginan untuk menemui mereka di dalam hati saja tanpa harus saya umbar-umbarkan, dan alhamdulillah akhirnya saya sampai menemui mereka. Hal yang saya lihat, benar-benar membuat saya sedih. Hati saya benar-benar tinggal di sana,” ungkapnya.
Sepekan di pengungsian Suriah, Oji banyak menghabiskan waktunya bersama anak-anak Suriah yang sepertinya sangat senang dengan hadirnya orang-orang yang bisa dijadkan teman oleh para anak-anak suriah. Anak-anak di pengusian Suriah seakan sudah terlihat kenal lama dengan Oji, mereka bermain dan tertawa, seakan dunia ini benar-benar telah aman untuk dihuni.
Selain menghibur anak-anak di pengungsian Suriah, Oji juga menyempatkan mendatangi sejumlah tenda pengungsian serta gudang penyimpanan logistik dari Indonesia melalui ACT untuk pengusian Suriah.
“Di sana kalau orang Indonesia yang datang, mereka sangat menghormati, dan mereka merasa seakan kita yang telah datang adalah saudara yang telah lama tidak bertemu, begitulah ungkapan saking senangnya mereka,” jelasnya.
Bagi Oji, perjalannya ke tempat pengungsian Suriah merupakan suatu hal yang sangat besar artinya. Dirinya mengaku sangat ingin kembali ke Turki, karena hatinya telah nyangkut di pengungsian Suriah.
“Saya ingin sekali membahagikan mereka dan menyayangi mereka, terutama anak-anak di sana, yang sangat membutuhkan orang-orang yang membuat mereka tersenyum dan terhibur,” ucapnya.
Kisah dan pengalaman yang begitu berharga dimilikinya, mengetuk hatinya untuk mengajak kepada rakyat Indonesia, agar saling membantu dan saling peduli, terutama untuk warga Suriah yang ada di tempat pengusian. Harapan mereka seakan telah pupus, tapi Indonesia bisa bantu mereka yakni melalui bantuan.