Bintangi Lima, Prisia Nasution Makin Pahami Pancasila
Editor: Mahadeva WS
JAKARTA – Membingtangi Lima, aktris manis Prisia Nasution mengaku mendapat pengalaman baru. Film produksi Lola Amaria Production itu adalah film yang disutradarai lima sutradara yang terbagi dalam lima bagian.
Hal tersebut menyiratkan lima sila Pancasila. Sebuah film yang membuat dirinya semakin memahami Pancasila. Kelima sutradaranya yaitu Adriyanto Dewo, Harvan Agustriansyah, Lola Amaria, Tika Pramest dan Shalahuddin Siregar. Sedangkan, skenario filmnya digarap oleh dua orang, yakni Sinar Ayu Massie dan Titien Wattimena.
“Saya mendapat karakter peran sebagai pelatih renang tentu produser maupun sutradara ada pertimbangan tersendiri, tapi yang pasti saya tidak asing dengan dunia olahraga jadi tidak ada masalah, bahkan sudah biasa, “ kata Prisia Nasution, Kamis (24/5/2018).
Perempuan kelahiran Jakarta, 1 Juni 1984 itu membeberkan bahwa pemeran Kevin dan Andre di dalam film tersebut adalah benar-benar perenang nasional. Bahkan mereka akan turut bertanding di Asian Games 2018 “Mereka bisa bermain dengan sangat luwes karena mereka tidak keluar dari kehidupan dan pekerjaan mereka sehari-hari jadi tinggal menggali saja,“ beber peraih Penghargaan Piala Citra kategori aktris Utama Terbaik di FFI 2011 berkat film Sang Penari tersebut.
Menurut Phia, sapaan akrabnya, film Lima pada intinya berkisah tentang bagaimana mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Ini juga sebagai pembelajaran kita sebagai warga negara,” ungkapnya.
Phia mengaku main film ‘Lima’ yang disutradarai oleh lima sutradara unik juga. “Baru sekarang pemainnya masih disitu dan setnya juga masih disitu, tapi yang pulang duluan sutradaranya karena harus diganti dengan sutradara lainnya,“ tandasnya.
Film Lima menyiratkan pesan tentang ideologi negara Pancasila. “Sebagai warga negara Indonesia yang baik bisa tersalurkan karena sejak lahir ideologinya memang sudah Pancasila,“ ujarnya.
Sewaktu sekolah dulu Phia mengaku, diharuskan untuk menghapal sila-sila Pancasila. Dalam kesempatan tersebut, sempat terfikir apa hubungannya menghapal sila-sila Pancasila dengan hidup negara ini “Ternyata sekarang sudah terjawab, tanpa kita sadari, hidup menjadi warga negara yang baik,“ ujarnya.
Diharapkan, sebagai sebuah karya sen, film ini dapat ditonton banyak orang. “Saya mengajak masyarakat untuk menonton film ini karena film ini adalah film keluarga yang layak ditonton. Tegangnya ada, komedinya juga ada, semua disatukan dalam film ini, “ pungkasnya.