TANGERANG – Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, menggagalkan upaya penyelundupan hewan dilindungi. Penyelundupan dilakukan oleh seorang warga Negara Jepang bernama Imanishi Yusuke.
Hewan dilindungi yang disita dari calon penumpang pesawat Garuda Indonesia itu di antaranya ular 50 ekor, kemudian kadal 10 ekor. “Merupakan hewan langka harus dilindungi,” kata Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Internasional Soetta Erwin Revianto di Tangerang, Kamis (31/5/2018).
Upaya penyelundupan tersebut berhasil dicegah setelah petugas mencurigai barang bawaan seorang penumpang. “Petugas Avsec mendapati tampilan dari barang bawaan penumpang tersebut di layar monitor X-ray terlihat mencurigakan. Belum lagi gerak-gerik penumpangnya yang seperti orang ketakutan,” tambahnya.
Dengan kondisi tersebut, petugas operator meminta kepada petugas pemeriksa barang untuk melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang. Setelah dilakukan pemeriksaan didapati dua keranjang yang ditutup kardus dan dilakban. “Setelah dibuka terdapat bungkusan plastik yang berisi ular dan kadal,” jelas Erwin.
Penumpang lalu dibawa ke ruangan petugas untuk dipastikan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan, dipastikan terdapat tujuh bungkus plastik yang di antaranya enam bungkus berisikan ular ukuran kecil berbagai warna, satu bungkus berisikan kadal. “Selanjutnya petugas menghubungi pihak Karantina untuk dilakukan serah terima dan diproses sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya. (Ant)