Ananta, Film Tentang Tania dan Problematika Hidupnya

Editor: Mahadeva WS

JAKARTA – Sekeras apapun hati seseorang, kalau didekati dengan kelembutan, kesabaran dan penuh kasih sayang, lambat laun hatinya akan luluh juga. Demikian halnya dengan Tania yang diperankan aktris Michelle Ziudith, seorang perempuan yang begitu sangat keras hatinya dan bisa dikatakan anti sosial.

Tania adalah, wanita yang diceritakan fikirannya hanya dipenuhi khayalan dan selalu menuangkan khayalannya ke dalam kanvas lukis. Tapi kehadiran Ananta Prahadi yang diperankan Fero Walandouw dalam kehidupan Tania, dengan kelembutan, kesabaran dan penuh kasih sayang dapat meluluhkan hati Tania.

Ananta lelaki yang lugu dan polos asal kampung Subang muncul di kehidupan Tania yang pemarah dan tak suka berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya termasuk dengan keluarganya. Namun dengan kelembutan, kesabaran dan penuh kasih sayang, Ananta berhasil meluluhkan hati Tania.

Luluhnya hati Tania bukan dalam hal cinta, karena Ananta hanya ingin memenangkan hati Tania untuk menjadi rekan bisnis meski tujuan sebenarnya untuk menjaga Tania. Tania yang tak suka bersosialisasi lebih banyak menghabiskan waktunya untuk melukis. Dengan adanya Ananta, Tania mendapat bantuan untuk memasarkan hasil lukisan-lukisannya.

Suatu hari Ananta menghilang dan kemudian kembali dengan mengajak serta seorang pemilik galeri lukisan bernama Pierre (Nino Fernandez) untuk dikenalkan dengan Tania. Diam-diam Ananta berniat menjodohkan Tania dengan Pierre. Rencana Ananta menjodohkan Tania dengan Pierre sukses dan Ananta merasa tugasnya menjaga Tania selesai.

Tiba-tiba Ananta pamit dari hidup Tania dengan cara yang menyakitkan, yaitu memperkenalkan seorang perempuan katanya akan jadi calon istrinya. Tentu saja Tania marah karena Tania telanjur sayang dan jatuh hati pada Ananta. Satu sisi Tania merasa tersakiti, tapi di sisi lain akhirnya dia menyadari bahwa selama ini memiliki rasa cinta yang besar untuk Ananta, tapi ternyata bertepuk sebelah tangan.

Bagaimana kisah Tania dan Ananta selanjutnya? Tania telanjur sayang dan jatuh hati pada Ananta. Tania merasa tak bisa hidup tanpa Ananta karena segala urusan Tania memang ketergantungan pada Ananta. Lalu, bagaimana juga dengan Pierre yang terlanjur jatuh cinta pada Tania?

Film ini cukup menghibur. Sutradara Rizki Balki mengemas film Ananta dengan cukup baik. Penyutradaraannya cukup mendetail dengan adegan-adegan dramatis yang mampu menghayutkan perasaan. Juga adegan penuh pemandangan memanjakan indra penglihatan.

Film yang diangkat dari novel berjudul Ananta Prahadi karya Risa Saraswati itu cukup mampu mengaduk-aduk emosi penontonnya. Skenario digarap Alim Sudio dengan cukup baik. Pengalaman dalam penulisan skenario memang banyak, tapi tampaknya film ini masih kurang maksimal digarapnya. Mestinya Alim mengeksplorasi lebih dalam karakter unik Tania hingga lebih greget lagi.

Kelembutan, kesabaran dan penuh kasih sayang yang ditunjukkan Ananta dan cinta yang perlahan tumbuh di hati Tania begitu menyentuh. Perlahan tapi pasti kita jadi simpatik. Tapi tampak ada twist yang tak disangka-sangka membuat penonton surprise. Memang hal ini membuat film ini tak gampang ditebak, tapi akting Michelle Ziudith kian matang. Ia termasuk aktris muda yang total dan profesional serta sangat ekspresif dalam melakoni karakter yang diperankannya.

Tampaknya tak gampang memainkan karakter Tania yang begitu kompleks dengan segala problematika kehidupannya. Dibutuhkan kematangan akting untuk menjiwainya, namun Michelle mampu melebur diri dalam karakter Tania dengan cukup baik.

Begitu juga dengan akting Fero Walandouw yang perannya sebagai Ananta begitu menantang, tentu patut diacungi jempol. Fero yang bukan orang Sunda dituntut untuk fasih berbahasa Sunda. Fero mampu mengimbangi akting Michelle. Keduanya mampu menjalin chemistry dengan cukup baik.

Sedangkan, Nino Fernandez meski porsi perannya tak terlalu banyak, tapi hadir menjadi penentu problema yang muncul dalam film ini. Nino menjadi simbol kemapanan, kematangan dan kedewasaan, yang menjadi sandaran sosok Tania yang perankan Michelle Ziudith.

Adapun para pemeran pendukung, seperti di antaranya Asri Welas sebgai Bi Eha mampu lebih menghidupkan dan mencairkan suasana yang tadinya tegang menjadi segar ger-geran. Asri memang dikenal dengan peran-peran kocaknya, sebagaimana sitkom Suami-Suami Takut Istri yang tayang di sebuah stasiun TV.

Kemudian, Anjasmara dan Nova Eliza yang berperan sebagai ayah-ibu Tania memberi warna tersendiri dalam film ini. Anjasmara memang sudah waktunya memberikan estafet peran pada artis muda. Perannya tak lagi sebagai pemeran utama, tapi orangtua pemeran utama.

Lihat juga...