Wagub Sumbar Sayangkan Kejadian yang Menimpa Wisman di Mentawai
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
PADANG — Wakil Gubernur Sumatera Nasrul Abit meradang mendengar kabar adanya perlakuan yang tidak senonoh yang menimpa wisatawan asal Denmark yang tengah menikmati liburan di Mentawai, Sumbar.
“Ini merupakan hal buruk bagi dunia pariwisata Sumbar. Apalagi, Sumbar saat ini sedang gencar-gencarnya dalam mempromosikan pariwisata, baik itu domestik maupun mancanegara,” katanya, Jumat (27/4/2018).
Ia menyebutkan, saat ini pariwisata Sumbar dinilai baik. Terlebih lagi dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2018 kunjungan wisatawan mancanegara mengalami peningkatan 37,37 persen dibandingkan Januari 2018.
Disebutkan, kejadian memalukan ini dapat menciderai pandangan masyarakat dengan pariwisata Sumbar.
“Satu saja yang bicara buruk tentang wisata Sumbar. Maka, seratus orang akan menanggapi. Apalagi, dengan adanya kejadian tersebut, maka dapat mencoreng pariwisata kita sehingga akan membuat semangat orang hilang untuk datang ke Sumbar,” katanya.
Wagun meminta kepada penegak hukum, jika pelaku terbukti bersalah untuk dapat memberikan hukuman yang seberat-beratnya.
“Kita minta penegak hukum untuk bertindak sesuai aturan. Jika bersalah hukum saja seberat-beratnya karena sudah menciderai pariwisata yang telah kita bangun dan dipandang baik di mata masyarakat dan wisatawan,” tegasnya.
Selain itu, Wagub meminta kepada wisatawan domestik dan mancanegara jika ingin berkunjung ke lokasi wisata ada yang mendampingi, seperti teman atau pemandu wisatanya. Supaya, kejadian seperti itu, ke depannya tidak terulang kembali.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian juga menyayangkan kejadian tersebut dan meminta maaf kepada wisatawan mancanegara tersebut.
“Untuk itu atas kejadian yang menimpa wisatawan Denmark tersebut, kami meminta maaf kepada yang bersangkutan, masyarakat Denmark dan juga wisatawan dunia. Ini sesuatu yang tidak kita inginkan. Ke depannya diharapkan hal yang dapat menciderai nama baik pariwisata Sumbar tidak terulang kembali,” katanya.
Menurut Oni, kejadian tersebut akan menjadi evaluasi bagi Dinas Pariwisata dengan berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk Kepolisian untuk melakukan pengawasan di lokasi wisata.
“Kita akan tingkatkan keamanan di lokasi wisata dengan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, sehingga kejadian ini tidak terulang kembali. Kita pastikan wisatawan yang datang ke Sumbar terjamin keamanan, keselamatan dan kenyamanan pengunjung,” sebutnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang turis berkewarganegaraan Denmark mengalami tindakan asusila oleh seorang pemuda di Kabupaten Kepulauan Mentawai saat usai berselancar.