Ratusan KK di Balikpapan Barat Kesulitan Peroleh Air Bersih
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
BALIKPAPAN — Ratusan warga Kampung Atas Air, Kelurahan Margasari Kecamatan Balikpapan Barat, Kalimantan Timur, kesulitan memperoleh air bersih. Berdasarkan data Kelurahan, sebanyak 191 kepala keluarga di 16 RT belum menikmati sambungan PDAM sejak belasan tahun.
“Persoalan ini telah kami bicarakan dengan masyarakat cukup lama. Dan saat ini kami terus berupaya mengajukan sambungan air,” kata Lurah Margasari, Ride.
Dijelaskan, kendala yang dihadapi warga adalah administrasi. IMB menjadi salah satu persyaratan yang ditetapkan pemerintah Kota Balikpapan bagi masyarakat yang akan memperoleh layanan air bersih maupun listrik.
“Syarat pengajuan sambungan baru air PDAM itu harus memenuhi IMB, KK, KTP, NPWP dan rekening pelanggan. Banyak masyarakat yang tak punya,” imbuh dia.
Disebutkan juga, jumlah warga yang belum memiliki sambungan air bersih sebenarnya terus berkurang. Ride merinci, jumlah arga di 16 RT adalah dan 1.250 kepala keluarga. Dari jumlah ini, hanya 191 KK yang belum terlayani.
“Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mereka ikut keluarga atau beli ke tetangga,” jelas dia, Jumat (27/4/2018).

Sementara itu, Direktur Teknik PDAM Balikpapan, Anang Fadliansyah menjanjikan akan mengevaluasi permintaan sambungan pelanggan baru di kawasan tersebut. Hal itu dilakukan untuk memastikan kapasitas air bersih yang dapat dialirkan ke warga, sekaligus kondisi jaringan yang tersedia.
Anang mengakui jika banyak permintaan sambungan baru yang belum dapat dilayani.
“Banyak permintaan sambungan baru ke PDAM, seperti yang dilakukan masyarakat Kampung Atas Air. Saat ini kami terus mengevaluasi dan memetakan daerah mana saja yang baru mendaftar. Dengan penambahan itu, secara otomatis kami harus menambah jaringan perpipaan,” ujar Anang Fadliansyah.
PDAM Balikpapan memerlukan sedikitnya 1.600 liter per detik kapasitas produksi untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Namun saat ini, perusahaan daerah itu baru dapat memproduksi 1.200 liter per detik.
Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi atas pengajuan sambungan air baru itu, apakah eksisting sambungan yang ada mencukupi atau tidak. Jika sudah tak mampu, PDAM akan memperbesar jalur pipa distribusi, yang tentunya membutuhkan inventasi yang tidak sedikit.