Umat Kristen di Palu Rayakan Paskah Sederhana
PALU – Umat Kristen di Kota Palu, Sulawesi Tengah, merayakan Paskah secara sederhana dan aman sebagai peringatan kebangkitan Isa Almasih (Tuhan Yesus Kristus).
Perayaan Paskah di gereja-gereja di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung Minggu itu berjalan sederhana dan aman.
Seperti pelaksanaan ibadah Jumat Agung, aparat keamanan juga menjaga semua gereja yang mengadakan ibadah Paskah.
Marjono, salah seorang majelis salah satu gereja aliran Protestan di bilangan Jalan Masjid Raya Palu mengatakan kehadiran jemaat pada ibadah Paskah lebih banyak dibandingkan ibadah Jumat Agung memperingati kematian Isa Almasih.
“Tidak ada tempat duduk yang kosong, semua terisi sehingga panitia gereja terpaksa menambah kursi baik di dalam maupun luar gedung gereja karena jemaat yang datang beribadah pada perayaan Paskah kali ini cukup banyak,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Ronie, seorang warga jemaat Gereja Pentakosta Di Indonesia (GPDI) jalan Thamrin Palu Timur. Ia mengatakan jemaat yang datang beribadah Paskah di gereja itu membludak.
Paskah, kata dia merupakan hari yang sangat istimewa bagi umat Kristiani di seluruh dunia.
Umat Kristiani di seluruh dunia sepanjang hari ini melaksanakan ibadah memperingati kebangkitan Isa Alamasih.
“Paskah adalah tanda kemenangan bagi umat Kristiani karena Isa Almasih (Yesus Kristus) mengalahkan kematian untuk kehidupan,” kata dia.
Kebangkitan Yesus Kristus memberikan pengharapan iman kepada umat Kristiani bahwa ada kepastian hidup kekal setelah kematian jasmani.
Pendeta Yulson Supari, gembala sidang GPDI Layana Indah, mengangkat tentang kebangkitan Kristus membawa pengharapan bagi iman umat Kristiani.
“Kebangkitan identik dengan kemenangan. Karena Kristus menang dari maut. Kristus mengalahkan maut dan kutuk sehingga umat kristiani harus yakin bahwa setelah kematian ada kehidupan kekal yang disediakan Allah bagi kita,” katanya.
Perayaan Paskah juga ditandai dengan bagi-bagi telur Paskah. Telur Paskah dibawa oleh jemaat dan usai ibadah dibagikan kembali kepada jemaat.
Setiap jemaat hanya diperbolehkan mengambil satu butir telur Paskah yang sudah dihiasi dan ditulis ayat-ayat Alkitab. (Ant)