Serangan Penyakit, Produksi Pepaya Petani Kulonprogo Turun 50 Persen
Editor: Irvan Syafari
YOGYAKARTA — Hama penyakit yang menyerang tanaman mengakibatkan sejumlah petani pepaya di Kulonprogo merugi. Sejumlah petani bahkan mengaku mengalami penurunan hasil panen hingga 50 persen akibat serangan hama penyakit ini.
Salah seorang petani pepaya asal desa Karangwuni, Wates, Kulonprogo, Mintarjo (64) menyebut terdapat dua jenia hama penyakit yang menyerang tanaman pepaya miliknya. Pertama adalah hama sejenis serangga yang menyerang buah pepaya.
Tanaman yang terserang hama ini biasanya menunjukkan gejala pada buah, di mana akan tampak berbintik putih. Dalam beberapa hari buah tersebut kemudian akan menjadi busuk sebagian sehingga tidak laku dijual.
“Selain itu tanaman juga terserang penyakit jamur. Jamur ini menyerang batang tanaman pepaya. Akibatnya kulit batang akan terkelupas dan lama kelamaan mati,” katanya Senin (09/04/2018).
Mintarjo mengaku akibat serangan sejumlah penyakit tersebut, hasil produksi pepaya miliknya menurun drastis. Jika biasanya dari lahan seluas 3000 meter persegi miliknya ia bisa memanen pepaya sekitar 3 kuintal per minggu, kini ia hanya mampu memanen 1,5 kwintal saja.
“Saya belum tahu apa jenis penyakit ini, saya cari obat pestisida untuk mengatasi masalah ini juga tidak ada. Satu-satunya cara adalah dengan menggunakan tanaman bunga matahari untuk menghambat atau mengurangi serangan hama penyakit ini,” katanya.
Mintarjo sendiri menyebut harga jual pepaya saat ini stabil di angka Rp3000 per kilogramnya. Harga ini sudah meningkat dari sebelumnya yang hanya berada di kisaran Rp2500 per kilogramnya.
“Biasanya paya hasil panen langsung diambil pengepul untuk disetor ke daerah Bekasi,” pungkasnya.