Minat Generasi Muda Kalsel pada Pertanian Minim

Editor: Irvan Syafari

Ketua GEMPITA Kalsel Rikval Fachruri-Foto; Arief Rahman.

BANJARMASIN — Ketua Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA) Kalsel Rikval Fachruri mengungkapkan, minat generasi muda di Kalimantan Selatan terhadap bidang pertanian masih minim.

Menurut dia, pola pikir pertanian itu tidak keren dan tidak memiliki masa depan masih menjadi dominasi alasan para pemuda Banua enggan bergelut menjadi pengusaha di bidang pertanian.

“Karena itulah kami dari GEMPITA Kalsel kini gencar mensosialisasikan gerakan pemuda berwirausaha di bidang pertanian. Melalui sosialisasi yang intensif kami ingin memberikan gambaran betapa potensialnya bisnis di sektor pertanian di masa depan,” jelasnya, Senin (9/4/2018).

Selain sosialisasi yang intensif ke generasi muda, Rikval mengaku sudah ada beberapa anak muda melalui kelompok tani yang mereka bina untuk berwirausaha di bidang pertanian.

“Kita ingin bukan hanya memberikan janji, tapi bukti. Dengan banyaknya anak muda yang sukses kita bina menjadi pengusaha di bidang pertanian, diharapkan mampu memberikan motivasi bagi pemuda lainnya untuk mengikuti jejak mereka,” tambahnya.

Rikval mengatakan, sebetulnya ada sejumlah komoditas pertanian di Kalsel yang punya potensi untuk diigeluti, salah satunya adalah komoditas jagung.

Menurutnya komoditas ini pasarnya sangat menjanjikan sekarang, mengingat di Kalsel banyak berdiri pabrik pengolahan jagung untuk beragam olahan makanan yang kebutuhan bahan baku jagungnya 40 persen dipasok dari luar Kalsel.

“Ini tentu potensi, pasarnya ada tinggal kita saja lagi yang sanggup atau tidak memenuhinya. Lagi pula jagung ini komoditas yang mudah sekali ditanam dan cepat untuk dipanen,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pengamat Ekonomi Universitas Lambung Mengkurat (ULM) M Saleh berharap Pemerintah Daerah (Pemda) bisa lebih serius dalam mendorong geliat sektor pertanian di Kalsel.

Bukan hanya meningkatkan produksi berbagai komoditas unggulan, namun juga bagaimana caranya mengolah hasil komoditas pertanian tersebut bisa lebih bernilai jual lebih tinggi di pasaran.

“Ini tentunya perlu diciptakan pengusaha-pengusaha lokal kreatif di bidang pertanian dengan pembinaan yang intensif dan di kawal oleh dinas terkait. Jika ini bisa dilakukan tentunya sektor pertanian kita akan jauh lebih berkembang dan memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah,” pungkasnya.

Lihat juga...