Seekor Anjing di Sikka Diduga Tertular Rabies

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Seekor anjing peliharaan warga desa Nitakloang, kecamatan Nita, kabupaten Sikka, yang selama ini jinak, tiba-tiba berubah ganas dan menyerang dua orang anak, yakni Bernando Elon Hiban (3,8) pada Jumat (6/4/2018) dan Kristina Apriliani (7) pada Minggu (8/4/2018) di bagian mulut.

“Anjing tersebut milik keluarga Kristina, yang selama ini jinak. Tapi, tiba-tiba menjadi ganas dan menyerang siapa saja. Meski sudah diikat, anjing tersebut terus meronta dan menggigit apa saja,“ ujar  Aprianus Lesu, Senin (9/4/2018).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Drh. Maria Margaretha Siko, M.Sc., -Foto: Ebed de Rosary

Warga dusun bersama keluarga korban, kata Aprinus, memukul anjing tersebut hingga mati, karena terus meronta dan dikuatirkan terlepas dan dapat menggigit warga lainnya. Warga menduga, anjing tersebut terkena rabies atau penyakit anjing gila.

“Kepala anjing telah diserahkan kepada Dinas Pertanian kabupaten Sikka untuk diperiksa apakah positif rabies. Warga menduga anjing tersebut tertular dari seekor anjing yang datang ke kampung tersebut sekitar tiga minggu lalu dan menggigit anjing milik warga,” tuturnya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Drh. Maria Margaretha Siko, M.Sc., mengatakan, kepala anjing tersebut sudah dikirim ke Denpasar untuk diperiksa di laboratorium dan masih menunggu informasi hasil pemeriksaannya.

“Kami sudah mengirim kepala anjing tersebut ke Denpasar untuk diperiksa di laboratorium apakah positif rabies atau tidak. Memang beberapa kasus gigitan anjing hasil pemeriksaan menunjukan positif rabies,” tuturnya.

Ditambahkan Maria, bulan Maret tepatnya tanggal 23 lalu, seorang warga desa Habi, kecamatan Kangae, juga digigit anjing dan hasil pemeriksaan menunjukkan anjing tersebut terinfeksi rabies. Sementara untuk bulan April 2018 baru terjadi kembali kasus gigitan anjing yang diduga tertular rabies.

“Kami mengimbau, agar warga yang memiliki anjing peliharaan untuk mengikatnya, jangan dibiarkan bebas berkeliaran.Kesadaran masyarakat untuk mengikat anjingnya masih rendah,” sebutnya.

Saat ini, kata Maria, vaksin rabies untuk anjing di dinasnya belum tersedia dan sudah disampaikan ke provinsi. Untuk itu, warga terus diimbau agar anjing lainnya yang diduga diserang anjing yang tertular rabies dibunuh dan dagingnya jangan dikonsumsi.

Lihat juga...