Pembangun Tol Padang Pariaman-Pekanbaru Tunggu Pembebasan Lahan
Editor: Koko Triarko
PADANG — Proyek pengerjaan tol Padang Pariaman-Pekanbaru, hingga saat ini masih menunggu pembebasan lahan dari Badan Pertanahan Nasioal (BPN) dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, sehingga pengerjaannya belum bisa dimulai.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengakui sampai hari ini proyek pengerjaan tol Padang Pariaman-Pekanbaru masih belum bisa dimulai, karena belum tuntasnya pembebasan lahan dengan panjang jalan 244 kilometer.
“Pengerjaan proyek ini hanya menunggu pembebasan lahan, kalau sudah tuntas tahun ini, maka pengerjaannya akan dimulai tahun ini. Karena proyek tol merupakan prioritas dan telah diintruksikan oleh presiden langsung,” katanya, Senin (9/4/2018).
Untuk itu, Nasrul meminta kepada BPN dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, agar segera bergerak menuntaskan pembebasan lahan. Sementara dari pemerintah provinsi, akan bekerja 24 jam untuk pembangunan di Sumatera Barat.
Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumbar, Musriadi, mengatakan BPN telah mengukur dan menyiapkan alas hak untuk 4,2 hektare lahan proyek tol Padang Pariaman-Pekanbaru. Untuk bekerja lebih lanjut, tergantung kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembebasan lahan.
Ia menyatakan, dalam hal ini secara teknis BPN hanya mengukur, menginventarisasi, dan mengumumkan selama 14 hari. Sedangkan untuk persoalan pembayaran ganti rugi, juga bukan pekerjaan yang harus dilakukan oleh BPN.
Sebagaimana diketahui, proyek jalan tol sepanjang 244 kilometer diperkirakan memakan biaya investasi sekitar Rp78 triliun. Masa pelaksanaannya diperkirakan pada 2018-2023. Sepanjang jalan itu, nanti akan ada terowongan sepanjang 7 kilometer yang dikerjakan dengan loan JICA (Badan Kerja Sama Internasional Jepang).
Pembangunan jalan tol akan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap I Padang-Sicincin sepanjang 28 kilometer, tahap II Bangkinang-Pekanbaru 38 kilometer, kemudian tahap III Sicincin-Bangkinang sepanjang 189 kilometer.