Sebanyak 1151 Siswa SMP Rayon Satu Lamsel Ikuti UNKP
Editor: Irvan Syafari
LAMPUNG — Sebanyak 1151 siswa tingkat SMP sederajat di rayon satu Kabupaten Lampung Selatan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).
Menurut Kepala Sekolah SMPN 1 Penengahan Cik Ujang sekolah yang dipimpinnya menjadi pusat rayon kegiatan Ujian Nasional (UN) untuk Rayon Satu.
Rayon ini meliputi kecamatan Penengahan, Ketapang dan Sragi. Rayon satu diakuinya terdiri dari sebanyak 12 sekolah. Khusus di SMPN 1 Penengahan sebagai sub rayon 09.01 jumlah siswa peserta ujian sebanyak 298 siswa, yang mengikuti ujian sejak Senin (23/4) hingga Kamis (26/4).
Cik Ujang mengatakan, sistem ujian berbasis kertas dan pensil diterapkan karena terbatasnya fasilitas komputer. Soal ujian dan lembar jawaban yang masih menggunakan kertas selama ujian berlangsung selama empat hari disimpan di SMPN 1 Penengahan dengan penjagaan dari petugas.
Soal ujian dan lembar jawaban yang disimpan di SMPN 1 Penengahan selanjutnya akan diambil setiap sekolah sebelum ujian berlangsung, yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB tersebut.
“Karena soal masih menggunakan kertas maka lembar soal dan lembar jawaban disimpan di sub rayon SMPN 1 Penengahan selanjutnya petugas akan mendistribusikan setiap pagi selama ujian berlangsung,” terang Cik Ujang saat ditemui Cendana News, Senin (23/4/2018).
Soal dan lembar jawaban diakui Cik Ujang didistribusikan dari kabupaten ke rayon dalam kondisi tersegel dan mendapat pengawasan dari kepolisian. Selama pelaksanaan ujian nasional ia berkoordinasi dengan Polsek Penengahan untuk mengawasi pendistribusian soal ujian dan lembar jawaban. Soal yang didistribusikan ke sebanyak 12 sekolah tersebut diambil petugas setiap pukul 07.00 WIB sesuai dengan kebutuhan setiap sub rayon.
Berdasarkan jadwal, UNKP tingkat SMP sederajat diujikan sebanyak empat mata pelajaran diantaranya hari pertama Bahasa Indonesia,Matematika,Bahasa Inggri dan IPA. Selama pelaksanaan ujian Cik Ujang menyebut guru pengawas menerapkan sistem silang diambil dari sekolah di rayon satu. Pengawas juga memiliki tugas membagikan soal dan menghindari kecurangan jika ada siswa yang membawa telepon seluler dan mencontek.
Pada ujian nasional berbasis kertas dan pensil, Cik Ujang mengaku hasil ujian tersebut tidak menjadi tolak ukur kelulusan siswa. Sebab kelulusan siswa disebutnya justru bergantung pada ujian sekolah serta keputusan dari sekolah.
Meski demikian ia tetap menghimbau siswa sekolah menjalankan ujian dengan baik dan benar. Hal tersebut untuk memberi kesempatan siswa memilih sekolah jenjang SMA yang masih menerima siswa berdasarkan nilai ujian akhir.
“Saat ujian akhir nilainya tinggi akan menjadi kebanggaan siswa dan tentunya akan menjadi pertimbangan sekolah SMA yang akan dimasuki,” papar dia.
Pelaksanaan UNKP di sejumlah SMP sederajat juga mendapat pengawasan dari Polres Lampung Selatan. Ajun Inspektur Polisi Dua Sukaeri, anggota Satuan reserse dan kriminal Polres Lamsel menyebut, melakukan pengawasan ke sejumlah SMP yang melakukan ujian nasional. Pengawasan dilakukan oleh Polres Lamsel untuk menjaga agar suasana ujian kondusif.
“Kami mendatangi sub rayon atau sekolah yang menjadi tempat pendistribusian soal untuk mencegah terjadinya kebocoran soal ujian,” terang Sukaeri.

Selama pengawasan ujian nasional Ipda Sukaeri mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan sebanyak 12 Polsek di wilayah hukum Polres Lamsel. Sebanyak 12 polsek tersebut berada di sebanyak 17 rayon yang memiliki sekolah tingkat SMP sederajat yang melakukan ujian nasional. Kondisi serupa dilakukan saat pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA sederajat yang dilakukan dua pekan sebelumnya.