PUPR Lamsel Segera Perbaiki Jembatan Way Pisang

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten setempat, akan segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen di Desa Sukabaru di Kecamatan Penengahan.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan, Suhenda, menyebut perbaikan segera akan dilakukan dan selama ini jembatan sementara berupa jembatan gantung terbuat dari kawat dan bambu.

Menurutnya, selama ini pembangunan jembatan dilakukan sejak 2017 dengan pembuatan abonemen jembatan dan akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2018. Sesuai dengan plot anggaran yang disediakan, sekitar Rp900.000.000 untuk pembangunan lantai jembatan dengan proses lelang.

Suhenda, pejabat pelaksana tekhnis kegiatan dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Sebelumnya, proses pembangunan dasar jembatan dikerjakan oleh PT. Queen Natsya Mandiri dengan nilai kontrak Rp1.196.430.000, dengan waktu pengerjaan sekitar 110 hari kalender pada tahun anggaran 2017.

“Saat ini sedang proses lelang lantai jembatan, sehingga dalam waktu dekat akan segera direalisasikan pembangunan, agar masyarakat bisa melintas dan beraktivitas untuk sekolah atau ke lahan pertanian,” ungkap Suhenda, saat dikonfirmasi, Senin (30/4/2018)

Suhenda menyebut, spesifikasi konstruksi jembatan akan dibuat dengan panjang 26 meter dan lebar 5 meter. Jembatan di atas Sungai Way Pisang akan menghubungkan beberapa dusun di Desa Sukabaru, serta desa lain di kecamatan Penengahan dan Ketapang.

Koordinasi dengan pihak terkait, di antaranya Kepala Unit Pelaksana Tekhnis PUPR Lampung Selatan, Kepala Desa Sukabaru, telah dilakukan dengan melihat kondisi terkini jembatan yang dilalui siswa sekolah dan para petani.

Pengerjaan tahap selanjutnya menunggu pengerjaan desain, dan administrasi sedang dikerjakan. Suhenda juga menyebut, pembangunan jembatan dilakukan bertahap, di antaranya pembuatan talud dan saluran air.

Turut meninjau lokasi jembatan, Kepala UPT Dinas PUPR Penengahan-Budi Santoso, Kepala Desa Sukabaru-Sopyan Yakub.

Salah satu warga, Maryanti (40), mengaku senang terkait akan dipercepatnya pembuatan jembatan permanen. Ia yang memiliki lahan sawah di seberang Sungai Way Pisang menyebut, jembatan gantung tersebut diakuinya sudah dilalui 8 bulan silam.

Pada tahap awal, kondisi jembatan gantung tersebut masih cukup bagus dan berangsur rusak, karena hanya terbuat dari anyaman bambu. Dengan adanya rencana pembangunan jembatan permanen akan memudahkan warga di desa Sukabaru.

“Kami warga desa Sukabaru ingin secepatnya jembatan Sukabaru dibangun dan rencana pembangunan jembatan dilaksanakan dua bulan ke depan,” terang Maryanti.

Maryanti juga menyebut, selama jembatan permanen belum dibangun, anak-anak sekolah masih melintas di jembatan tersebut. Jembatan gantung dengan konstruksi kawat, kayu dan bambu tersebut bahkan menjadi akses utama bagi siswa sekolah SDN 3 Sukabaru. Jalan pintas tersebut kerap dipergunakan untuk kegiatan ke sekolah.

Akses melalui jembatan disebutnya menjadi alternatif, menghindari jalan memutar sejauh tiga kilometer. Selain bisa dipergunakan untuk dilintasi orang, warga juga berharap jembatan permanen bisa memperlancar distribusi hasil pertanian yang diangkut menggunakan kendaraan roda empat.

Lihat juga...