Yogyakarta Siapkan Produk Unggulan untuk Pameran di Makassar

Ilustrasi Salah satu produk IRT -Dok: CDN

YOGYAKARTA – Pemerintah kota Yogyakarta tengah melakukan persiapan untuk menggelar pameran produk unggulan secara mandiri yang akan dilakukan di di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Pameran nanti akan menjadi pameran pertama yang langsung digelar oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Biasanya, kami menggandeng event organizer untuk menggelar pameran,” kata Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto, di Yogyakarta, Senin (30/4/2018).

Menurut dia, Kota Makassar dipilih sebagai kota penyelenggaraan pameran, karena kota tersebut merupakan salah satu kota besar di Indonesia bagian timur dan menjadi pintu utama pasar di wilayah tersebut.

“Sebelumnya, kami juga telah melakukan survei di beberapa kota seperti Medan dan Batam. Namun, pilihan akhirnya dijatuhkan di Makassar,” katanya.

Selain menampilkan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terpilih, di dalam pameran tersebut juga akan menampilkan berbagai potensi unggulan di Kota Yogyakarta, termasuk tempat-tempat wisata. Pameran akan digelar di Mal Panakkukang pada 3-9 Juli.

Tri memastikan, produk UMKM yang akan ditampilkan dalam pameran tersebut juga sudah melalui proses kurasi oleh tim dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Yogyakarta.

“Akan ada sekitar 30 UMKM yang akan tampil di pameran tersebut. Kami pun juga akan melakukan pelatihan, bahkan fashion show selama pameran, serta berbagai kegiatan interaktif lain untuk menarik minat pengunjung,” katanya.

Selain transaksi produk, Tri juga berharap pelaku usaha mikro kecil yang mengikuti pameran dapat memperluas pasar dan memperoleh buyer baru.

Pada tahun ini, seluruh produk usaha mikro kecil yang akan mengikuti pameran harus melalui kurasi yang dilakukan oleh Dekranasda Kota Yogyakarta.

“Tanpa melalui kurasi, maka produk tersebut tidak bisa ditampilkan,” katanya.

Sepanjang 2018, tercatat sebanyak 36 agenda pameran dari mulai pameran lokal di dalam Kota Yogyakarta, di luar kota, pameran berskala nasional hingga pameran berskala internasional.

“Sudah ada sekitar 180 produk yang masuk kurasi. Produk yang ditampilkan dalam pameran harus sama dengan produk yang dikurasikan,” katanya. (Ant)

Lihat juga...