Pemprov Papua: Sektor Perkebunan Tingkatkan Kesejahteraan Warga
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengklaim program dan kebijakan pembangunan sektor ekonomi berbasis pada pengelolaan potensi sumber daya perkebunan menjadi suatu pendekatan paling memungkinkan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Politik dan Kesatuan Bangsa, Simeon Itlay, mengatakan dalam pertemuan-pertemuan diharapkan dapat dirumuskan strategi kebijakan pembangunan perkebunan sebagai tahap awal mempersiapkan program pembangunan jangka menengah 2019-2023, mengingat tahun ini merupakan masa transisi.
Berdasarkan kajian yang dilakukan berbagai institusi berkompeten, potensi lokal utama di lima kawasan pembangunan ekonomi, baik di Saireri, Mamta, Animha, Lapago dan Meepago, merupakan komoditi bidang perkebunan.
Menurut Simeon, di antaranya sayur-sayuran, buah-buahan, kopi, kakao, karet, kelapa, kelapa sawit, sagu, tebu, ternak sapi, ayam dan babi.
Karena itu, kata dia, pemerintah provinsi mendorong bidang pertanian menjadi sektor andalan, sebagaimana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Papua 2013-2018.
Dia menjelaskan, berbagai aktivitas dan kebutuhan ekonomi masyarakat, terutama orang asli Papua, sangat erat hubungannya dengan ekosistem hutan, laut, danau, sungai dan pertanian dalam arti luas.
“Karena itu, harapan saya dalam setiap pertemuan soal perkebunan dapat menghasilkan suatu kesepakatan besar yang dapat diwujudkan untuk kesejahteraan masyarakat di Papua, terutama masyarakat asli Papua yang berada di kampung-kampung,” katanya, Senin (30/4/2018).
Dia menambahkan, setiap rupiah yang digunakan harus berdampak positif bagi masyarakat luas di Papua, terutama bagi masyarakat asli sehingga pemprov mendorong bidang perkebunan menjadi sektor andalan. (Ant)