Posdaya Anggrek RW 02 Susukan, Atas Dirangkul Bawah Sejahtera
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
JAKARTA — “Yang menjadikan Posdaya Anggrek RW 02 Susukan semakin dikenal masyarakat RW 02 di antaranya karena bisa membuat guyub warga,” jelas Sulistyorini, Ketua Unit Tabur Puja Posdaya Anggrek RW 02 saat berbincang dengan Cendana News, Selasa (10/4/2018).
Sulistyorini menceritakan, awal mula berdirinya Posdaya Anggrek RW 02 Susukan, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur pada Juni 2014 saat mahasiswa Universitas Trilogi melakukan kunjungan dengan tujuan membuat Pos Pemberdayaan Keluarga.
Dari pihak RW 02 kemudian menunjuk dirinya untuk selanjutnya menindak lanjuti program yang dibawa oleh para mahasiswa. Tepat pada tanggal 22 Juli 2014 resmi berdiri Posdaya Anggrek RW 02 Susukan.
Rini, begitu sapaannya menambahkan, program ini sejalan dengan kegiatan RW maupun PKK, sehingga untuk mencari anggota Posdaya tidak terlalu sulit. Namun dikarenakan masih dalam cakupan RW, kadang ketika Posdaya mempunyai kegiatan sedikitnya agak berbenturan.
“Semisal Posdaya membuat kegiatan acara, kadang ada yang bilang kok sama sih kegiatannya dengan yang diadakan RW atau PKK,” jelasnya.
Disebutkan juga, Unit Tabur Puja Posdaya Anggrek RW 02 Susukan mulai bergulir sejak 11 November 2016 dengan memiliki anggota pada waktu itu sebanyak 13 orang. Sekarang sudah meningkat drastis hingga kurang lebih 118 anggota.
Dari 118 anggota terbagi beberapa kelompok yang masing-masing memiliki satu orang penanggung jawab (PJ). Setiap kelompok tidak sama jumlahnya, ada yang 25, ada yang 20, 18, 10, 12.
“Ada 6 orang yang bukan dari RW 02 ikut serta dalam keanggotaan. Empat di antaranya mahasiswa yang kuliah sambil menjalankan usaha,” jelasnya.
Dikatakan lagi, Posdaya Anggrek RW 02 Susukan memiliki program kegiatan yang membanggakan dan bisa dibilang menjadi contoh untuk yang lainnya di Jakarta, yakni Bank Sampah. Program ini merupakan pengembangan dari program kegiatan yang ada di PKK dan RW.
Dari program Bank Sampah itulah dalam mengadakan kegiatan yang penyelenggaranya totalitas dari Posdaya dengan cara “melelang” kepedulian dari kelas atas.
“Dari yang kelas atas itulah semua biaya bisa teratasi,” katanya.
Yang bergabung tidak hanya warga menengah ke bawah tetapi menengah ke atas juga ikut menjadi anggota. Mereka memberikan dukungan agar yang tadinya pra sejahtera menjadi sejahtera.
Dengan adanya warga sejahtera plus yang ikut serta di dalamnya menjadikan Unit Tabur Puja Posdaya Anggrek RW 02 Susukan memiliki NPL 0.
“Yang kurang kita rangkul, yang lebih kita rangkul sehingga nanti bertemu dan pada akhirnya dapat mendekati rata-rata. Kami sebut semua warga RW 02 merupakan anggota, tidak bisa di pilah-pilah mana anggota mana bukan , semua warga masyarakat RW 02 kami rangkul untuk ikut serta dalam program kegiatan Posdaya,” katanya.
Seleksi penerimaan anggota pun terbilang ketat dan tidak sembarangan walaupun mungkin ada warga yang tidak menerima. Jika ada salah satu anggota yang bermasalah dikumpulkan semua anggota, dan uang tanggung renteng dikumpulkan semua untuk menyelesaikan masalah tersebut.