IRT ini Wujudkan Impiannya Bersama Tabur Puja

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

SOLOK — Lismawati yang merupakan seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Jorong Markio, Nagari Gantuang Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, patut berbangga diri.

Berawal dari hobinya di bidang kerajinan, membuat dirinya mencoba mencari informasi seputar kue kering. Tanpa diduga, Lismawati membuka sebuah buku, dan dari sana dirinya mendapatkan inspirasi.

“Waktu itu saya mengantarkan anak ke sekolah. Tanpa sengaja saya singgah di perpustakaan. Ketemu lah sebuah buku, ternyata membuat kue serundeng. Saya ingin coba menjadikan usaha, tapi modal tidak ada,” katanya, Selasa (10/4/2018).

Namun sebelum menjajaki ke pasar, ia memilih untuk membuat serundeng khusus untuk dicoba menjadi makanan hidangan di rumah. Ternyata cocok di selera.

Dengan tekad yang bulat, dirinya pun mengajukan pinjaman modal usaha ke Tabur Puja Jihad yang ada di daerahnya itu. Niat ingin menjalani usaha rumahan, membuat dirinya berharap ada modal usaha yang mendukung keinginannya tersebut.

“Sayapun mengajukan pinjamam modal usaha. Alhamdulillah, akhirnya diterima. Jadi, usaha saya ini benar-benar ada berkat pinjaman modal usaha dari Tabur Puja,” ucapnya.

Setelah mendapatkan pinjaman modal usaha, ibu tiga orang anak ini, memulai usahanya dengan menjual serundeng di warung-warung kecil yang ada di sekitar desanya.

Setidaknya, ada 10 warung yang ia jualkan kue serundeng buatanya itu. Setiap warung di letakan 50-80 bungkus ukuran kecil yang harganya hanya Rp1.000 per bungkus.

Penghasilan Lismawati bisa mencapai Rp400.000 per minggunya, atau rata-rata mengumpulkan Rp2 juta per bulannya.

“Alhamdulillah bisa membantu suami,” sebutnya.

Lismawati tidak hanya menjalani usaha kue serundeng saja, tapi juga menjalani usaha menjahit yang dikerjakan di dalam rumahnya sendiri. Mengingat ia hobi dengan keterampilan, maka segala hal yang ia senangi, akan dijalani dengan tekad yang bulat.

Ke depan ia berharap, usaha serundeng nya bisa tembus ke mini market ataupun mall. Apalagi dirinya telah mengikuti pelatihan ditaraf nasional, tepatnya pada tanggal 27 Februari 2018 lalu, membuat ibu ini menargetkan usahanya terus berkembang hingga ke pasar nasional.

“Kalau yang bungkus besar, ada yang pesan tapi tidak banyak. Itu juga dibawa untuk oleh-oleh dari Solok. Paling banyak yang diproduksi itu yang bungkus kecil,” jelasnya.

Lihat juga...