Pembangunan Jalan 167 KM di Mentawai Libatkan TNI
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MENTAWAI — Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit menyebutkan, jalan sepanjang 176 Kilometer di Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam proses pembangunannya akan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat.
Disebutkan, dengan melibatkan TNI, proyek yang saat ini dalam proses penganggaran
diharapkan pembangunan Mentawai dapat bergerak dengan cepat, sehingga kesejahteraan masyarakat pun segera meningkat.
“Jadi upaya pembangunan yang dilakukan di Mentawai bukan untuk kepentingan investasi tertentu, namun kepentingan masyarakat. Jika memang sejumlah fasilitas yang dibangun pemerintah nantinya dimanfaatkan oleh swasta, langkah itu boleh-boleh saja,” katanya, Rabu (25/4/2018)
Ia menyebutkan sekarang hal yang pikirkan ia untuk kepentingan masyarakat. Namun ia menegaskan apabila nanti ada pihak swasta yang memanfaatkan pembangunan itu, maka ada teguran dari pemerintah.
Nasrul menjelaskan selain air bersih, akses yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya mesti tersedia. Dengan itu selain Trans Mentawai, pada 2019 TNI akan membuka jalan baru yang menghubungkan sejumlah daerah di Pulau Siberut sepanjang 167 KM.
“Untuk perencanaannya disiapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Panglima TNI melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepulauan Mentawai,” tegasnya.
Sementara lanjutan pembangunan trans Mentawai dari Labuan Bajou sudah berjalan atau terbuka sepanjang 1 KM lebih oleh TNI. Jalan tersebut sudah dapat dimanfaatkan.
Berdasarkan keterangan Kolonel Inf Tris Harjoko Kasi Perencanaan, Korem 032 Wirabraja mengatakan, TNI AD siap membantu pemerintah daerah untuk pembangunan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, administrasi dokumen yang perlu mendukung pelepasan taman nasional, dikerjakan dari awal. Jangan menjadi menghambat pelaksanaan di 2019 nanti.
“Harapan kita 2019 dapat dilakukan, warga Mentawai mendapatkan akses lebih mudah. TNI akan membantu pemerintah dalam bentuk TNI Manunggal Membangun Desa,” sebutnya.
Sementara itu Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet mengatakan, kelanjutan pembangunan trans Mentawai dan pelabuhan atau dermaga sangat penting untuk menghubungkan antar daerah dan antar pulau seperti dari Siberut Barat, Labuan Bajou hingga Mabukku Siberut Barat Daya dan dilanjutkan ke Sipora Utara, kemudian lanjut ke Sipora Selatan Sao dan disana akan dibuat dermaga menghubungkan Pagai Utara.
“Ini penting pembangunan trans Mentawai, tujuannya adalah untuk menghubungkan daerah satu dengan lainnya, dengan adanya trans Mentawai perjalanan kita dari selatan sampai utara atau sebaliknya jadi singkat,” ujarnya.
Menurutnya di sana juga akan ada perputaran ekonomi bagi masyarakat. Bagi pelabuhan Labuan Bajou, Pemkab Mentawai akan hubungkan dengan Sibolga. Sehingga antara satu daerah dengan daerah lainnya akan saling terhubung.