Pekerja Cleaning Service Bersertifikat di Kalsel Masih Minim

Editor: Koko Triarko

Ketua APKLINDO Kalsel, Deddy Subiantoro. –Foto: Arief Rahman

BANJARMASIN- Asosiasi Perusahaan Klining Servis Indonesia (APKLINDO) Kalsel mengklaim, Sumber Daya Manusia (SDM) pekerja jasa klining servis di Banua yang bersertifikat masih sangat minim.

Menurut Ketua APKLINDO Kalsel, Deddy Subiantoro, dari sekitar 30.000 pekerja jasa klining servis yang tersebar di Kalsel, belum sampai 10 persen yang memiliki sertifikat.

Padahal, ungkap Deddy, dari hasil kegiatan Expo Cleanning dan Laundry di Jakarta yang diikutinya, beberapa kementerian sudah mulai menyosialisasikan persyaratan kompentensi untuk menjadi salah satu syarat dalam mengikuti tender proyek di pemerintahan.

“Kompetensi untuk karyawan tersebut berlaku di semua bidang pekerjaan, termasuk bidang pekerjaan jasa klining servis. Karena itu, saya ingatkan lagi bagi kawan-kawan perusahaan jasa klining servis untuk mempersiapkan diri dengan melakukan sertifikasi bagi pekerjanya,” ungkapnya, Kamis (5/4/2018).

Saat ini, untuk mendorong lebih banyak SDM  pekerja jasa klining servis bersertifikasi, pihaknya akan gencar melakukan berbagai kegiatan sertifikasi untuk para anggotanya. Sejauh ini sudah ada dua kegiatan sertifikasi yang digelar dengan jumlah peserta mencapai 100 orang.

“Nanti akan kita intensifkan lagi kegiatan sertifikasi ini, tentunya dengan jenis sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan para anggota,” katanya.

Selain intensif menggelar kegiatan sertifikasi, audiensi bersama steakholders terkait juga akan rutin dilakukan untuk memperkenalkan, bahwa organisasi APKLINDO sudah hadir di Kalsel dan siap untuk bersinergi.

“Selain untuk memperkenalkan APKLINDO, kita harapkan juga audiensi ini bisa bermanfaat bagi anggota untuk memperluas relasi mereka,” pungkasnya.

Lihat juga...