Pasca-Kecelakaan Sancaka, KAI Batalkan 1200 Tiket
MADIUN – Perseroan Terbatas KAI Daop 7 Madiun membatalkan 1.200 tiket perjalanan yang berangkat dari maupun melewati wilayah setempat pascakecelakaan KA Sancaka dengan truk trailer di perlintasaan tidak terjaga Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jatim.
“Sampai hari Sabtu sudah ada 1.200 tiket perjalanan KA yang batal dan dikembalikan sebagai imbas kecelakaan KA Sancaka,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Supriyanto di Madiun, Sabtu.
Menurut dia, hampir semua perjalanan KA di wilayah Daop 7 Madiun dibatalkan akibat perjalanan KA dialihkan ke jalur utara pascakecelakaan KA Sancaka.
“PT KAI meminta maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi. Untuk pembatalan tiket imbas dari kecelakaaan KA Sancaka uang akan dikembalikan 100 persen,” kata dia.
Para penumpang KA dengan berbagai jurusan akhirnya memilih moda transportasi lain setelah mendapatkan uang pengembalian tiket.
“Batal berangkat karena dari Madiun tidak melayani pemberangkatan kereta. Terpaksa tiket dikembalikan untuk mendapat pengembalian uang 100 persen. Rencananya mau naik bus saja,” ungkap seorang calon penumpang KA di Stasiun Madiun, Risma.
Pihaknya mengaku maklum atas pembatalan tiket keberangkatan tersebut, karena memang sedang terjadi kecelakaan kereta api sehingga berakibat jalur lumpuh.
“Ya tidak apa-apa, ini memang musibah. Lagian uang tiketnya dikembalikan penuh,” kata dia lebih lanjut.
Seperti diketahui, Kereta Api Sancaka relasi Yogyakarta-Surabaya mengalami kecelakaan dengan truk trailer pengangkut beton bantalan rel di perlintasan liar di km 215+8 Jumat (6/4) sekitar pukul 18.25 WIB yang berakibat lokomotif dan tiga kereta di belakangnya anjlok.
Lokasi kejadian berada di antara Stasiun Kedungbanteng-Walikukun wilayah Mantingan, Kabupaten Ngawi. Kecelakaan itu juga merusakkan mobil Avanza yang parkir di sekitarnya.
Data Daop 7 mencatat terdapat satu korban jiwa dan empat korban luka dalam peristiwa tersebut. Korban meninggal adalah masinis kereta atas nama Mustofa. Sedangkan korban luka adalah asisten masinis dan tiga penumpang KA.
Upaya evakuasi terhadap lokomotif dan kereta yang anjlok masih terus dilakukan PT KAI (persero) agar jalur kemali normal. Kasus kecelakaan tersebut masih ditangani instansi terkait. (Ant)