MI Nurul Hidayah Lakukan Tradisi Bancakan di Hari Bekal Nasional
Editor; Irvan Syafari
LAMPUNG — Siswa MI Nurul Hidayah punya tradisi yang patut diapresiasi, yaitu membawa bekal dengan varian menu untuk memperingati “Hari Membawa Bekal Nasional”. Tradisi bagi sekolah yang terletak di kaki Gunung Rajabasa itu disebut sebagai bancakan.
Kepala Sekolah MI Nurul Hidayah Siti Nurjanah mengatakan, kegiatan ini untuk melestarikan tradisi yang merupakan kearifan lokal. Para siswa membawa bekal yang sudah disiapkan para orangtua mereka. Di antaranya ada yang membawa nasi dengan sayur tumis kangkung, lauk ikan asin, serta tambahan ubi jalar dan singkong goreng. Ada yang membawa nasi dengan lauk telur dadar, ayam goreng dan sebagainya.
“Pada hari biasa sebagian siswa memang sudah membawa bekal ke sekolah, namun saat peringatan hari membawa bekal nasional seluruh siswa memberitahukan kepada orangtua untuk membawakan bekal yang akan dimakan bersama dengan cara bancakan,” ujar Siti Nurjanah kepada Cendana News, Kamis (12/4/2018).
Menurut Siti permintaan membawa bekal ke sekolah pada peringatan hari membawa bekal nasional sudah dilakukan sepekan sebelumnya, agar para siswa tidak lupa. Tradisi bancakan sebetulnya dilakukan petani di Kaki Gunung Rajabasa. Mereka kerap membawa bekal saat berangkat bekerja.
Para siswa membawa bekal sesuai kemampuan orangtua dan siswa. “Siswa dapat membawa bekal nasi dan lauk dibungkus daun pisang atau kertas,sesuai kreativitas anak dan orangtuanya,” papar Siti Nurjanah.
Tradisi bancakan kerap dilakukan jelang bulan suci Ramadan dikenal dengan tradisi mucuk atau punggahan. Saat jam istirahat,guru menyiapkan daun pisang muda yang digelar di depan teras sekolah. Berbagai menu bekal yang dibawa tersebut dikumpulkan di atas hamparan daun pisang. Sebelum makan bersama salah satu siswa diminta memimpin doa untuk kegiatan makan bersama.
“Karena hari membawa bekal nasional cukup istimewa makan bersama dilakukan dengan bertukar lauk antara satu siswa dengan siswa lain,”cetus Siti Nurjanah.
Makan bersama di atas hamparan daun pisang dengan saling bertukar lauk mendorong siswa untuk saling berbagi. Kebersamaan antara siswa dan guru bahkan terjalin dengan adanya kegiatan makan dari bekal yang dibawa dari rumah.
Makan secara bancakan menurut Siti Nurjanah juga dilakukan oleh para guru yang membawa berbagai lauk yang sebagian dimasak secara tradisional.
Kegiatan membawa bekal masih akan terus dianjurkan bagi siswa di MI Nurul Hidayah. Selain mengurangi uang jajan, kebersihan dan makanan sehat yang dibuat orangtua cukup terjamin.
Selain membawa bekal berupa makanan dan minuman para siswa diakuinya dianjurkan membawa kue yang dibuat oleh orangtuanya. Beberapa kue tradisional berupa simpok pisang, timus, pisang goreng buatan orangtua dari rumah mendorong siswa mengurangi jajan sembarangan di sekolah dan menghemat.
Siti Nurjanah menambahkan hari membawa bekal nasional sekaligus mengingatkan siswa untuk melestarikan tradisi masyarakat setempat. Bancakan dengan makan bersama di atas daun memiliki nilai sosial, saling membagi, saling peduli.

Dia mengatakan, para siswa untuk tidak malu membawa bekal pada hari biasa meski dengan lauk sederhana ikan asin, tempe goreng dan sayur kangkung. Selain pada peringatan hari membawa bekal nasional, anjuran dilakukan setiap hari bagi seluruh siswa.