KIM Dibutuhkan untuk Meneruskan Informasi ke Masyarakat
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MAUMERE — Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) diperlukan untuk meneruskan informasi dari pemerintah kepada masyarakat maupun antar sesama warga.
“Dengan menguasai informasi maka kita bisa menguasai dunia. Saat ini semua serba teknologi, karena itu pembentukan KIM adalah untuk meneruskan informasi yang kita peroleh dari pemerintah untuk dibagikan kepada masyarakat ,” sebut Aloysius AG Conterius, S.Sos, Rabu (25/4/2018).
Asisten Administrasi Umum Setda kabupaten Sikka ini menambahkan, KIM merupakan wadah yang harus dibentuk bukan hanya di desa dan kelurahan saja. Tapi harus sampai di kabupaten kota dan didukung dengan jaringan berbasis elektronik.
“Semoga kesiapan wadah ini juga akan ditentukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola karena harus dipersiapkan secara baik sehingga pada saat diimplementasikan dapat berjalan sesuai harapan,” harap Conterius.

Sementara itu kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) kabupaten Sikka Drs. Chrispinus Angelo Gagi menyampaikan, sistem pemerintahan berbasis elektronik, termasuk KIM harus mulai dijalankan karena asas keterbukaan informasi dan tanggung jawab masyarakat harus masuk di dalamnya.
“Masyarakat sama kedudukannya dalam mengetahui transaksi elektronik yang bersifat timbal balik yaitu dari pemerintah ke masyarakat dan sebaliknya,” kata Angelo.
Angelo juga menggarisbawahi, pembentukan KIM dilakukan karena masyarakat adalah mitra pemerintah. Harus adanya kerja sama informasi antarkeduanya.
Ditambahkan Yohanis Oriwis N.S. S.Sos sekaligus Kabid Informasi pada Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Sikka, KIM dibentuk oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat yang secara mandiri dan kreatif mengelola informasi dan pemberdayaan guna meningkatkan nilai tambah.
“Pemberdayaan KIM menjadi solusi alternatif guna menyadarkan arti penting berkelompok, bertukar informasi serta membuka peluang kemitraan dengan kelompok-kelompok lain,” ungkap John.