Disdag NTB Kembangkan Budi Daya Kangkung

Editor: Irvan Syafari

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB, Hj Putu Sely Andayani-Foto: Turmuzi.

MATARAM — Kangkung Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi kuliner paling banyak disukai, tidak saja masyarakat NTB, tapi juga wisatawan nusantara maupun mancanegara pecinta kuliner

Kangkung Lombok dikirim sampai Pulau Jawa. Rasa yang enak dan lezat, dengan tekstur kangkung yang lebih kenyal, batang dengan ukuran jumbo dan mempunyai intensitas zat hijau dan dengan kandungan zat besi yang tinggi membuat kangkung Lombok banyak disukai.

“Di NTB sendiri, hampir di setiap restoran, rumah makan dan warung tersedia kangkung Lombok banyak disajikan sebagai menu makan, baik dalam bentuk pelecing maupun sayur tumis,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB, Hj Putu Sely Andayani di Mataram, Rabu (18/4/2018).

Karena itulah sebagai upaya mengembangkan dan meningkatkan nilai ekonomi kangkung Lombok, terutama di NTB, Disdag menjalin kerja sama dengan peneliti Bappeda NTB, bagaimana mengembangkan budi daya kangkung Lombok.

Kangkung tidak saja bisa ditanam secara dengan pola tanam organik di lahan sawah luas, tapi juga dengan pola tanam hidroponik

Langkah tersebut perlu dilakukan menyikapi mulai maraknya kangkung dari Tiongkok yang dikembangkan oleh para pengusaha tanaman hidroponik di NTB, khususnya di Kota Mataram.

Menurutnya kangkung sebagai komoditas andalan Lombok harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tapi dalam kenyataannya kangkung Lombok dalam bentuk biji sangat sulit ditemui.

“Katanya belum ada biji dari kangkung lombok, makanya kita jalin kerja sama, bagaimana supaya kangkung Lombok bisa dibentuk dalam bentuk biji maupun bibit, sehingga bisa dikembangkan diberbagai tempat, seperti kangkung asal Tiongkok, brokoli saja bisa dibuat bibitnya, kenapa tidak dengan kangkung Lombok,” katanya.

Sely mengatakan, kangkung Lombok sangat tepat dikembangkan dengan menggunakan sistem hidroponik. Ini sebagai solusi pemanfaatan lahan sempit, khususnya di Kota Mataram.

Sementara Itu, Basri, salah satu pengusaha budidaya tanaman sayuran hidroponik di Kota Mataram mengatakan, usaha budidaya tanaman dengan sistim hidroponik sekarang ini semakin menjanjikan dan banyak dikembangkan.

Apalagi seiring dengan luasan lahan yang terus mengalami penyempitan, budi daya tanaman termasuk sayuran dengan sistem hidroponik sangat menjanjikan, karena tidak membutuhkan lahan luas dan bisa dikembangkan di lahan sempit, dengan keuntungan tidak kalah menjanjikan.

“Sayuran yang banyak dijual di pasar moderen sekarang ini, sebagiannya merupakan sayuran hasil budi daya hidroponik,” katanya.

Budi daya tanaman sayuran hidroponik milik Dinas Ketahanan Pangan NTB-Foto: Turmuzi.

Ditambahkan, kangkung Tiongkok banyak dikembangkan dengan pola tanam hidroponik sekarang ini, karena memang ada bijinya, sementara kangkung Lombok belum tersedia, meskipun bisa juga ditanam dengan mengambil batang yang berakar, tapi hasilnya tidak maksimal.

Lihat juga...