BI Balikpapan Proyeksikan Inflasi Terjaga Baik

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BALIKPAPAN — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan memproyeksikan inflasi kota pada April masih terjaga dengan baik, yang didukung oleh kecukupan pasokan pangan strategis dan terjaganya daya beli masyarakat serta adanya koreksi harga emas.

“Namun, memasuki Ramadhan bahan makanan adalah komoditas yang perlu perhatian,” terang Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani saat konferensi perkembangan ekonomi terkini, Kamis (26/4/2018).

Disebutkan, berdasarkan angka inflasi pada Maret 2018 sebesar 0,27 persen dan angka itu lebih tinggi dari bulan sebelumnya.

“Bulan April ini relatif masih terjaga karena pasokan pangan masih terjaga dan daya beli masyarakat juga masih terjaga,” sebutnya.

Suharman Tabrani
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani. Foto: Ferry Cahyanti

Kendati terjaga, Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Balikpapan melalui wadah Tim Pengendalian Inflasi Daerah terus melakukan koordinasi secara intensif untuk mengawal pencapaian sasaran inflasi kota Balikpapan yang stabil.

“Ramadhan dorongan sektor makanan akan berpengaruh pada inflasi. Tekanan inflasi pada bahan makanan sangat berpengaruh karena daya beli pun meningkat,” kata Suharman.

Menyikapi potensi meningkatnya tekanan harga pada Ramadhan dan menjelang lebaran menurutnya, TPID melakukan berbagai langkah antisipatif dengan menyepakati beberapa program kerja.

Program kerja itu di antaranya sinergitas TPID dengan satgas pangan kota, kerja sama daerah untuk menjaga pasokan bahan pokok dan efisiensi akses pasar untuk memotong rantai distribusi barang.

“Dalam waktu dekat juga akan melibatkan Majelis Ulama Indonesia dalam pengendalian ekspektasi masyarakat seperti imbauan untuk bijak berbelanja,” tambah Suharman.

Lihat juga...