Bersama Damandiri, Unmer Membangun Desa untuk Indonesia
Editor: Irvan Syafari
MALANG — Hingga saat ini pembangunan di pedesaan bisa dikatakan masih jauh tertinggal dibandingkan di wilayah perkotaan. Bahkan, angka kemiskinan di desa dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan perkotaan.
Menanggapi permasalahan tersebut, Universitas Merdeka (Unmer) Malang bekerja sama dengan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri), meluncurkan program “Unmer Membangun Desa untuk Indonesia”.
“Sebenarnya program ini sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Namun masih bersifat parsial. Dan sekarang dikemas lagi dalam suatu program yang terintegrasi dengan nama ‘Unmer Membangun Desa untuk Indonesia’,” jelas Rektor Unmer, Anwar Sanusi, kepada Cendana News.
Dikatakan Anwar, dalam program “Unmer Membangun Desa” tersebut, para dosen sengaja diterjunkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat untuk memberikan pendampingan konsultatif kepada para kepala desa dalam rangka pengelolaan dana desa.
“Kemarin kami telah melakukan pertemuan dengan 430 orang kepala desa, dalam rangka memberikan pembekalan mengenai pengelolaan dana desa,” sebutnya.
Lebih lanjut Anwar menyampaikan, bahwa saat ini Unmer juga tengah melakukan kajian-kajian yang akan terintegrasi dalam sebuah kajian di setiap program studi yang ada di Unmer.
Salah satunya yakni kajian mengenai ekonomi kreatif, termasuk yang telah dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang saat ini tengah berlangsung di daerah Ngantang berupa pengembangan Jembatan Naga.
Kemudian untuk pengembangan pariwisata yang ada di desa-desa khususnya di wilayah Malang, pihaknya menggandeng program studi kepariwisataan yang ada di Unmer.
Sedangkan untuk memberikan pemahaman yang berkaitan dengan undang-undang dan terkait dengan pembangunan kebijakan publik, Unmer mengajak Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Sosial untuk menangani masalah tersebut.
“Untuk pembangunan infrastruktur, kita menggerakan fakultas teknik untuk membantu masyarakat di pedesaan dalam hal pembangunan infrastruktur,” ujarnya.
Selain menerjunkan para dosen, disebutkan Anwar, setiap tahunnya Unmer rutin melibatkan 400-600 mahasiswa untuk di terjunkan ke pedesaan dalam rangka pelaksanaan KKN tematik hasil kerja sama dengan Yayasan Damandiri.
Menurutnya, dengan diterjunkannya para mahasiswa dalam pelaksanaan KKN tematik tersebut, mahasiswa bisa mengidentifikasi sekaligus mengetahui secara langsung permasalahan apa saja yang sebenarnya terjadi di tengah-tengah masyarakat, untuk kemudian di carikan solusi penyelesaiannya.
Lebih lanjut dikatakan Anwar, kerja sama Unmer dengan Yayasan Damandiri sudah berlangsung beberapa tahun belakangan ini yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui program Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang juga sejalan dengan program “Unmer Membangun Desa untuk Indonesia”.
Di kawasan Jawa Timur bagian Selatan menjadi wilayah Unmer sebagai koordinator dari beberapa perguruan tinggi untuk melaksanakan pemberdayaan masyarakat melalui Posdaya bekerja sama dengan Damandiri.
“Saat ini Unmer menjadi universitas pelopor untuk pemberdayaan masyarakat khususnya masyarakat dalam skala keluarga yang ada di desa maupun kota,” kata dia.
Sementara itu disebutkan, dalam waktu dekat, pihaknya juga akan menjalin kerja sama dengan Kementerian Desa karena Unmer sendiri juga ingin masuk ke komunitas Perguruan Tinggi Desa (Pertides).
“Yakni perguruan tinggi yang peduli dengan pedesaan,” pungkasnya.