Awal Panen, Petani Penengahan Jual Gabah ke Pedagang antar Pulau

Editor: Irvan Syafari

LAMPUNG — Masa panen padi di wilayah Kecamatan Penengahan Lampung Selatan dimulai awal April dengan hasil cukup memuaskan. Panen padi dengan hasil cukup baik menurut Samin,salah satu petani di Desa Pasuruan akibat minimnya serangan hama dan pasokan air yang cukup.

Hasil panen sata ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu, untuk luas lahan seperempat hektare menghasilkan 1,5 ton kini mendapatkan hasil 2 ton. Padi varietas IR 64 miliknya langsung dijual pada pembeli gabah antar pulau, meski harga lebih rendah dari masa panen sebelumnya.

Samin mengatakan, harga gabah kering panen (GKP) pada masa panen sebelumnya dijual dengan harga Rp5600 per kilogram atau Rp560.000 per kuintal. Harga gabah kering panen sempat mencapai Rp6000 per kilogram atau Rp600.000 per kuintal.

Saat masa panen awal April ini sejumlah pembeli gabah bersedia membeli gabah dengan harga Rp4.400 per kilogram atau Rp440.000 per kuintal. Harga tersebut disebutnya berpotensi turun, karena masa panen raya masih akan berlangsung hingga akhir April.

“Kami diminta menjual ke pabrik lokal, namun harganya lebih rendah ditambah persyaratan kadar air yang cukup ketat, sehingga saya memilih menjual ke pemilik usaha jual beli gabah antar pulau yang membeli dengan harga lebih tinggi,” ungkap Samin kepada Cendana News, Jumat (6/4/2018).

Sesuai program pemerintah Lampung untuk swasembada gabah dan beras di wilayah tersebut, petani dihimbau menjual gabah ke badan urusan logistik (Bulog). Namun dia menyebut keterikatan dengan pemilik usaha jual beli gabah dalam hal penyediaan modal operasional, pupuk, obat obatan membuat ia menjual ke pedagang antar pulau.

Pedagang antar pulau yang selama ini menjual gabah kering panen dari wilayah Lamsel ke daerah Serang Provinsi Banten diakuinya sudah ikut membantu petani.

Penurunan harga gabah dari semula Rp550.000 menjadi Rp440.000 per kuintal dipengaruhi mulai menurunnya harga beras. Di sejumlah pasar tradisional beras sudah dijual dengan harga Rp8.030 untuk kualitas medium dan harga Rp9.400 untuk kelas premium.

Penurunan harga gabah seiring dengan mulai panennya sejumlah sentra pertanian padi di wilayah kecamatan Penengahan,Palas dan Ketapang.

“Kami memang sudah dianjurkan menjual gabah dan beras ke pasar lokal namun kebutuhan membuat kami menjual ke pedagang yang cepat membayar dengan harga tinggi,” ujar Samin.

Sementara itu pemilik usaha jual beli gabah dari petani Ngadimun menuturkan, harga GKP pada masa panen April lebih rendah dari masa panen sebelumnya. Penurunan bisa mencapai Rp110.000 per kuintal, dari semula Rp550.000 menjadi Rp440.000 perkuintal.

Harga yang tinggi pada GKP masa panen sebelumnya dipengaruhi harga beras yang sempat mencapai Rp12.000 per kilogram. Ngadimun juga memastikan harga GKP akan berpotensi menurun saat panen raya di wilayah Kecamatan Kalianda, Candipuro, Palas.

Harga Rp4.400 per kilogram menyesuaikan dengan kondisi lahan sawah. Sebab dengan kondisi lahan sawah yang sulit dijangkau kendaraan bahkan menggunakan ojek angkut gabah harga bisa lebih rendah hingga Rp4.100 per kilogram. Biaya operasional pengangkutan dan jauh dari jalan raya ikut mempengaruhi harga jual gabah.

“Sebagai pelaku usaha jual beli gabah dari petani kami memperhitungkan biaya operasional juga sehingga setiap kecamatan harga bisa berbeda,” kata Ngadimun.

Sebagai pemilik usaha jual beli gabah antar pulau, Ngadimun juga memastikan sebagian petani telah meminjam modal kepadanya. Hasil penjualan gabah selanjutnya akan dipotong untuk membayar pinjaman petani padi.

Sekali kirim ke wilayah Serang Banten ia menyebut satu truk colt diesel rata rata sebanyak 10 ton per pekan. Gabah selanjutnya akan dijemur dan diolah oleh pemilik usaha penggilingan dan dijual dalam bentuk beras.

Pada musim panen awal April, kadar air GKP mencapai 14 persen. Selain itu kualitas padi varietas IR 64 disebutnya, cukup baik tanpa ada serangan hama penyakit dan dipanen saat musim panas.

Pada pertengahan April pasca masa panen di wilayah Penengahan, ia memastikan akan membeli gabah varietas Muncul di wilayah Palas dan Sragi.

Lihat juga...