Asinan dan Rujak Rambutan, Camilan Kekinian yang Menyegarkan

Editor: Satmoko

LAMPUNG – Buah rambutan yang masih terdapat di wilayah Lampung Selatan membuat buah tersebut kerap disajikan dalam kondisi segar dan bahkan diolah menjadi camilan berupa asinan serta rujak.

Maiya Sukardi (26) selaku pemilik kedai Ala Ala Cafe atau dikenal dengan A2C menyebut memanfaatkan keberadaan buah rambutan jenis rafia, aceh yang banyak terdapat di wilayah tersebut bahkan tersedia di kebun miliknya. Selain buah rambutan ada juga buah jambu dan mangga juga kerap dibuat menjadi asinan.

Maiya menyebut bahan buah rambutan sengaja dipilih dari rambutan segar untuk menjadi bahan rujak rambutan kekinian yang banyak disukai oleh kaum remaja dan ibu-ibu. Bahan-bahan yang disiapkan untuk proses pembuatan rujak rambutan selain buah rambutan segar disebutnya berupa jeruk nipis, cabai rawit, garam ,gula, air sebagai bumbu pelengkap.

Asih (kiri) dan Ezra menikmati sajian camilan asinan dan rujak rambutan [Foto: Henk Widi]
“Buah rambutan puncak musimnya memang sudah berakhir. Meski masih ada beberapa yang berbuah sehingga saya punya keinginan untuk menciptakan menu rujak rambutan yang sedang hits yang disebut rujak rambutan kekinian,” terang Maiya Sukardi selaku pemilik Ala Ala Cafe di Desa Klaten Kecamatan Penengahan, saat ditemui Cendana News baru-baru ini.

Bahan baku rambutan diakuinya disiapkan terlebih dahulu dan dikupas dengan pisau selanjutnya dipisahkan bagian biji sehingga tersisa bagian daging buah. Setelah itu ia menyiapkan bahan-bahan bumbu dan dihaluskan dalam sebuah cobek berupa jeruk nipis, cabai rawit, garam, gula dan bisa dicampur dengan asam jawa.

Setelah bumbu disiapkan buah rambutan yang sudah dikupas dimasukkan dalam wadah khusus sebagai tempat mencampur bumbu dan rambutan.

“Agar kesegaran terjaga setelah pencampuran bumbu dengan rambutan sengaja rujak rambutan dimasukkan dalam wadah khusus dan disimpan dalam kulkas,” terang Maiya Sukardi.

Setelah disimpan dalam kulkas rujak rambutan akan semakin terasa kesegarannya bahkan kerap disajikan dalam kemasan cup sehingga bisa dinikmati kapan saja. Sebagai menu berbahan buah lokal yang mudah diperoleh harga rujak rambutan kekinian tersebut dijual seharga Rp3.000 sebagai pelengkap menu kedai Ala Ala Cafe.

Camilan asinan rambutan siap dihidangkan [Foto: Henk Widi]
Musim buah rambutan yang melimpah membuatnya menyediakan buah rambutan berjumlah banyak dan disimpan dalam toples tertutup kedap udara. Buah rambutan yang sudah kedap udara tersebut diakuinya bisa bertahan hingga tiga bulan sehingga bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu.

Ia menyebut membuat rujak rambutan kekinian setelah banyak permintaan dari anak-anak remaja di wilayah tersebut terutama kafe yang ada di dekat sekolah tingkat SMP hingga SMA.

Selain itu ia memiliki sejumlah menu lain di antaranya minuman berbahan buah durian, ceker gobyos, bakso judes hingga otak-otak. Harga yang ditawarkan cukup murah dari kisaran Rp3 ribu hingga Rp12 ribu.

Asih (23) salah satu penyuka rujak rambutan kekinian menyebut, kuliner tersebut menjadi favorit bagi kaum wanita dan remaja karena selain menyegarkan juga menu kekinian. Awalnya, ia kerap melihat menu tersebut namun karena belum musim rambutan ia hanya mendapatkan resep serta proses pembuatan dari sang kawan.

“Saat mengantar anak ingin membeli menu burger dan minuman es di kedai Ala Ala Cafe. Ternyata ada menu rujak rambutan kekinian sehingga sekalian memesan,” terang Asih.

Rujak rambutan kekinian menjadi salah satu cara menikmati buah rambutan dipadukan dengan bumbu-bumbu yang terasa menggoyang lidah. Rasa manis dari buah rambutan berpadu dengan rasa pedas bumbu-bumbu cukup menyegarkan dan cocok disantap dalam kondisi cuaca panas.

Lihat juga...