Utusan PBB-Presiden Yaman Bahas Cara Lanjutkan Pembicaraan Perdamaian

Ilustrasi wilayah Yaman - Foto Dokumentasi CDN

ADEN, YAMAN — Presiden Yaman Abdu-Rabbu Mansour Hadi bertemu dengan Utusan baru PBB Martin Griffiths pada Selasa (20/3) guna membahas cara melanjutkan perundingan perdamaian yang diperantarai PBB antar-faksi yang berperang.

Menteri Luar Negeri Yaman Abdul-Malik Mekhlafi dan para pejabat tinggi lain menghadiri pertemuan itu, yang diselenggarakan di Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, demikian laporan kantor berita resmi Yaman, Saba.

Presiden Hadi mengatakan kepada Griffiths bahwa pembicaraan perdamaian sebelumnya, yang difasilitasi oleh PBB, memperlihatkan bahwa gerilyawan Syiah Al-Houthi, yang didukung Iran, tak menghormati kesepakatan dan tak peduli mengenai resolusi internasional.

Hadi mengatakan, “Kami akan selalu terus menyerukan perdamaian guna menegaskan sikap prinsip kami, yang berpangkal dari tanggung jawab moral dan nasional untuk rakyat kami.” Menurut Saba, Utusan PBB Griffiths menyampaikan optimismenya pada prospek untuk mencapai aspirasi rakyat Yaman dan mengakhiri penderitaan rakyat.

Ia mengatakan ia akan melancarkan upaya aktif untuk menengahi perdamaian.

Pada Februari, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengangkat Martin Griffiths dari Inggris sebagai utusan khususnya untuk Yaman guna menggantikan Ismail Ould Cheikh Ahmed dari Mauritania.

Berbagai upaya terdahlu oleh Utusan PBB Ould Cheikh Ahmed telah gagal mencapai penyelesaian politik dan mengakhiri konflik antar-kekuatan yang bertikai di Yaman.

Koalisi pimpinan Arab Saudi telah ikut-campur dalam konflik Yaman sejak Maret 2015 untuk memukul gerilyawan Al-Houthi dan mendukung Presiden Abdu-Rabbu Mansour Hadi –yang dikaui masyarakat internasional dan dipaksan hidup di pengasingan oleh gerilyawan Al-Houthi.

Hampir tiga tahun perang saudara di Yaman telah menewaskan lebih dari 10.000 orang Yaman, kebanyakan anak kecil, dan membuat tiga juta orang lagi mengungsi, sehingga menciptakan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Perang antara gerilyawan Al-Houthi dan pasukan Pemerintah Hadi, yang didukung koalisi di berbagai provinsi Yaman Utara dan di berbadai daerah di bagian barat pantai Laut Merah.[ant]

Lihat juga...