Personil Koramil Latih Kelompok Tani Pembuatan Pakan Fermentasi

Editor: Satmoko

LAMPUNG – Personil Komando Rayon Militer (Koramil) 03/Penengahan, melakukan pelatihan pembuatan pakan fermentasi kepada Kelompok Tani (Poktan) Sejahtera di Desa Way Kalam Kecamatan Penengahan.

Sersan Dua Sudarwanto yang hadir dalam pelatihan mengaku, pembuatan pakan fermentasi menjawab kebutuhan akan pakan bagi peternak sapi di wilayah tersebut. Selain kebutuhan akan pakan sapi yang cukup tinggi pada musim panen jagung dan kopi, warga diminta memanfaatkan jenjet jagung serta bungkil kopi sebagai bahan fermentasi.

Wilayah perkebunan jagung dan kopi di wilayah tersebut, menurut Serda Sudarwanto, selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh peternak. Sebagai upaya memanfaatkan potensi perkebunan yang ada, Serda Sudarwanto yang mewakili Danramil 03/Penengahan Kodim 0421/Lampung Selatan, mengajak serta Serda Mujahidin dan Serda Tri Rosadi. Pelatihan disebutnya dilakukan dengan sesi pemberian teori penggunaan bahan yang ada dan sekaligus langsung praktik pembuatan pakan fermentasi.

“Selama ini peternak sapi masih mengandalkan pakan hijauan, sementara saat musim susah pakan warga tidak memiliki stok pakan sehingga pakan fermentasi menjadi pilihan. Termasuk sangat berguna untuk penggemukan sapi jenis limousin,” terang Sersan Dua Sudarwanto, anggota Koramil 03/Penengahan Kodim 0421/Lampung Selatan, saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (10/3/2018).

Serda Sudarwanto, anggota Koramil 03/Penengahan saat pelatihan pembuatan pakan fermentasi bersama anggota Poktan Sejahtera [Foto: Henk Widi]
Serda Sudarwanto menyebut, antusiasme peternak untuk membuat pakan sapi fermentasi cukup tinggi. Kelompok Tani Sejahtera sendiri beranggotakan 16 orang dengan ternak sapi sebanyak 12. Mereka memelihara sapi jenis limousin. Peternak tersebut selama ini memelihara sapi dengan sistem kandang dan pakan, dicari dari areal perkebunan di lereng Gunung Rajabasa.

Pelatihan pembuatan pakan fermentasi merupakan pengaplikasian kegiatan perkebunan terintegrasi dengan peternakan. Jumlah limbah perkebunan pasca-penggilingan jagung dan pengupasan kopi menghasilkan limbah bungkil kopi, baik kopi robusta maupun kopi coklat atau kakao. Limbah yang kerap terbuang tersebut mulai dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan pakan dengan proses pelatihan.

“Sebelum pelatihan pembuatan pakan fermentasi diperlihatkan terlebih dahulu ternak sapi yang sudah menggunakan pakan tersebut, sekaligus keunggulannya,” beber Serda Sudarwanto.

Serda Sudarwanto juga telah memelihara ternak sapi sebanyak 6 ekor sapi jenis peranakan ongole (PO). Ia mengaku memelihara sapi dengan tujuan investasi. Sapi yang dibeli dalam kondisi bibit umur empat bulan seharga Rp15 juta setelah usia dua belas bulan bisa dijual dengan harga Rp20 juta hingga Rp25 juta. Selain memberi keuntungan secara finansial, integrasi antara peternakan dan perkebunan tersebut bisa membersihkan limbah pertanian.

Serda Mujahidin sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Way Kalam yang ikut melatih warga bersama Serda Tri Rosadi mengaku, bahan baku pembuatan pakan fermentasi mudah diperoleh. Bahan-bahan yang digunakan di antaranya dedak atau bekatul sisa penggilingan padi, jenjet atau janggel jagung, bungkil kopi, garam, molase atau tetes tebu dan suplemen organik cair (SOC) serta air.

“Semua bahan disiapkan dalam karung dan dihamparkan dalam sebuah terpal dengan komposisi yang sudah disediakan, sekaligus sebuah blong atau drum plastik sebagi tempat fermentasi,” beber Serda Mujahidin.

Anggota Poktan Sejahtera Desa Way Kalam Kecamatan Penengahan mendapat pelatihan pembuatan pakan fermentasi dari Koramil 03/Penengahan [Foto: Henk Widi]
Setelah semua bahan dicampurkan dengan menggunakan cangkul dan diberi tetes tebu, suplemen organik cair disimpan dan ditutup rapat. Pakan tersebut bisa diberikan sebagai suplemen bagi ternak di sela-sela pemberian pakan hijauan rumput.

Proses fermentasi pakan hingga bisa diberikan memakan waktu sekitar empat hari. Dalam satu botol suplemen organik cair ia mengaku bisa digunakan untuk pembuatan pakan fermentasi sebanyak satu ton.

Serda Mujahidin selaku Babinsa juga menyebut, belajar bersama dan tukar ilmu dalam pembuatan pakan fermentasi merupakan program rutin. Selain bagi Poktan Sejahtera sejumlah peternak juga mendapat pelatihan serupa. Ia juga mengimbau kepada segenap masyarakat yang memiliki ternak sapi agar bisa mengikuti program asuransi ternak.

“Program asuransi ternak dilakukan untuk memperkecil kerugian akibat ternak mati dikandang atau mengalami pencurian,” terang Serda Mujahidin.

Samsudin selaku Ketua Poktan Sejahtera mengaku, sangat berterima kasih kepada personil Koramil 03/Penengahan yang memberikan pelatihan pembuatan pakan fermentasi.

Ia mengaku dengan pembuatan pakan fermentasi tersebut bisa dipergunakan untuk sumber pakan ternak saat sulit mencari pakan hijauan. Ia juga mengaku dengan adanya pakan fermentasi tersebut sekaligus memanfaatkan sumber pakan yang bisa diperoleh dari limbah perkebunan.

Lihat juga...