Pengungsi Banjir Butuhkan Air Bersih dan Perahu Karet
Editor: Satmoko
LAMPUNG – Rendaman air akibat banjir luapan Sungai Way Sekampung terus mengalami kenaikan dari semula setinggi lutut orang dewasa mulai mencapai pinggang orang dewasa terutama di Dusun Umbul Besar Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan.
Imbasnya warga di sejumlah RT Dusun Umbul Besar terpaksa membuat tenda dari terpal, semula hanya ada sekitar lima tenda hingga Minggu (11/3) bertambah menjadi sebanyak belasan tenda di tanggul penangkis.
Ujang (30) salah satu warga RT 03 menyebut selama dua hari mengungsi ke tanggul pada tenda dan delapan hari terimbas banjir, dirinya mulai kesulitan mencari air bersih. Sumur yang semula bisa memberinya kebutuhan air bersih bahkan sudah terendam air banjir sehingga dirinya terpaksa membeli air bersih mempergunakan galon. Meski demikian akses jalan yang sulit membuat dirinya kesulitan memperoleh air bersih.

Ujang menyebut berharap seperti tahun sebelumnya ada bantuan air bersih melalui tangki dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) serta sejumlah relawan yang membagikan air bersih secara gratis.
Ujang menyebut untuk memperoleh air bersih sebanyak 19 liter dengan harga Rp5000 per galon. Saat banjir air bersih dari galon digunakan untuk memasak nasi, minum karena air sumur sudah tidak layak digunakan kecuali untuk mandi.
Selain kebutuhan air bersih kondisi tenda yang terbuat dari terpal diakuinya sangat panas membuat bersama istri sang anak terpaksa berada di luar tenda. Sesekali Ujang mengaku mengecek kondisi rumah yang sudah tergenang air dan semakin meninggi menyesuaikan kalender Jawa yang saat ini sudah memasuki tanggal 23 atau pada tanggal (11/3). Fenomena pasang air laut akan semakin naik dan masih akan terjadi hingga tanggal 30 kalender Jawa (18/3).
“Saat pasang dari muara Sungai way Sekampung air naik ke alur sungai ditambah banjir yang belum surut imbasnya permukiman warga akan tergenang banjir,” terang Ujang.

“Kami juga menunggu bantuan perahu karet untuk proses evakuasi barang-barang dari rumah warga ke tanggul pengungsian,” beber Suminto.
Suminto menyebut, sehari sebelumnya Kepala BPBD Kabupaten Lamsel, I Ketut Sukerta, telah menjanjikan perahu karet serta tenda pengungsian. Perahu karet tersebut sangat berguna untuk proses pemindahan barang-barang dan juga anak-anak kecil yang ada di dalam rumah untuk pindah ke tenda pengungsian.
Warga yang mengungsi di tanggul penangkis disebutnya juga berharap bantuan obat obatan untuk anak-anak yang terserang gatal-gatal segera diberikan.
Banjir luapan Sungai way Sekampung di Dusun Umbul Besar lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Suminto menyebut tahun sebelumnya banjir tidak menyebabkan sejumlah kolam di paret lima terendam. Namun pada tahun ini banjir mengakibatkan kolam terendam dan limpas sehingga warga semakin banyak mengungsi di tanggul penangkis.
Berdasarkan data dari Kecamatan Sragi melalui Camat Sragi, Bibit Purwanto, banjir luapan Sungai way Sekampung masih berdampak bagi Dusun Umbul Besar, Bunut Utara di Desa Bandar Agung. Di Dusun Umbul Besar, banjir merendam 40 kepala keluarga dengan 37 rumah di RT 02, 36 kepala keluarga dengan sebanyak 32 rumah di RT 03, 10 kepala keluarga dengan 8 rumah di RT 04 sehingga total terdampak banjir berjumlah 77 rumah dengan sebanyak 86 kepala keluarga.
Sementara di Dusun Bunut Utara sebanyak 9 kepala keluarga dengan 9 rumah yang sudah mengungsi di antaranya keluarga Firdaus, Suraji, Madya, Yusuf, Umum Subandi, Sukandar, Lakon, Husin dan Ipul.
Selain di Dusun Umbul Besar, Bunut Utara Desa Bandar Agung, luapan Sungai Way Sekampung masih merendam permukiman warga di Dusun Pusingan Desa Kuala Sekampung. Sebanyak 8 rumah di wilayah Dusun Pusingan bahkan sudah terendam sehingga warga mulai mempergunakan perahu untuk aktivitas.